Mini Outing Class di Kampung Becik

Semarang, 6 Januari 2026, saya bersama 7 siswa kelas X Animasi 3 melakukan kegiatan mini outing class di Kampung Becik Tuntang Kabupaten Semarang. Awalnya memang tujuannya bukan outing class, karena tujuan utamanya adalah menyerahkan siswa yang akan melaksanakan PKL bagi siswa kelas XI Animasi. Daripada mobil yang saya kendarai hanya berisi saya saja, saya optimalkan saja dengan mengajak 7 siswa untuk ikut saya melaksanakan pengenalan langsung ke studio Kampung Becik.

Bu Ade, selaku founder Kampung Becik sangat ramah menerima kami. Tidak hanya tempat, suguhan makanan menjadi teman kami berbincang bincang. Dari membicarakan tentang proses PKL, sejarah kampung becik, bahkan market internasional yang dipakai. Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat telah kami lalui. Obrolan demi obrolan begitu asyik, bahkan masukan tema-tema project yang bisa kami serap untuk pembelajaran di jurusan animasi.

Para mentor yang masih muda-muda dan energi membuat ketertarikan bagi saya dan siswa-siswa. Ada satu point penting yang dapat kami pelajari, yakni memberikan penghargaan. Amira dan Aisyah yang diminta menunjukkan karya-karya gambarnya di buku sketsa menjadi bahan untuk diapresiasi bahkan mereka mendapatkan tantangan baru untuk membuat digitalnya. Apabila hasilnya bagus, maka besar kemungkinan akan diberi kesempatan kerjasama bekerja secara frelancer.

Siswa-siswa usai menyantap makanan yang disajikan, diajak untuk berkeliling melihat studio yang memiliki sekitar 50 karyawan anak anak muda yang potensial. “Waduh, kami tertampar Pak”, ungkap Amira. Ya, itulah yang dirasakan. Tertampar di sini memiliki makna bahwa mereka mendapatkan tamparan untuk bangkit. Ternyata apa yang dilakukan selama ini belum apa-apa jika dibandingkan dengan karya di studio.

Inilah cara saya membukakan mata dan batin mereka agar memiliki wawasan yang luas tentang project yang ada di studio. Selama ini ketika siswa hanya terkungkung di sekolah, maka hanya seperti katak dalam tempurung. Saat inilah, melalui mini outing clas di salah satu studio dapat menjadi energi baru bagi mereka yang selama ini belum tahu seluk beluk studio atau industri kreatif.

Mini outing class, perlu menjadi cara bagi siswa SMK untuk menambah wawasan dunia kerja. Tidak harus jauh-jauh, cukup diberikan waktu untuk mengunjungi studio sedini mungkin. Ini menjadi terobosan baru, ketika bapak/ibu guru mengantarkan murid ke dunia usaha dan industri, ajaklah meskipun hanya satu atau dua siswa kelas X untuk melihat langsung dunia usaha dan industri. Terima kasih Bu Ade, kampung Becik, semoga menjadi berkah utama atas penerimaan yang luar biasa bagi kami. (Penulis: Diyarko)

Related Post

Mostbet Bangladesh — Official website Register APK

Mostbet Casino Login – Official Website & Online Casino ▶️ PLAY Содержимое What is Mostbet Casino? Mostbet App Features How to Register at Mostbet Casino? Mostbet Casino Login: A Step-by-Step Guide Mostbet Casino Games: A Wide Range of Options Are you ready to experience the thrill of online gaming? Look no further than mostbet , […]

Belajar Bertumbuh

Gambar ini adalah karya Syahlaa Ayu Sausan, murid kelas X Animasi yang mengikuti pelatihan bersama mentor dari alumni yaitu mas Iqbal. Karya ini tidak serta Merta langsung jadi, karena ada proses pembuatan yang berulang-ulang. Karya pertama masih flat, belum nampak ada volumenya. Mas Iqbal memberikan respon agar merevisi dengan memberi shading. Coba bandingkan karya pertama […]

Murid Kelas X Belajar Mengajar

Pagi ini, Senin, 9 Maret 2026, saya mengajar di kelas X Animasi 4. Kali ini materi yang dipelajari adalah karakter full body. Usai melaksanakan mindfullness, pengambilan tekad lima Silla, dilanjutkan dengan pembelajaran di ruang lab. Saya sengaja berdiri dengan posisi tangan dimasukkan ke saku. Salah satu murid bernama Velodiya yang setiap hari Selasa mengikuti pelatihan […]