Puja Bakti dan Diskusi Damma

Jumat, 23 Januari 2026, kerohanian Buddha “Widya Dharma” menyelenggarakan kegiatan puja bakti dan diskusi dhamma. Puja bakti dipimpin oleh Pradita Binda A, murid kelas XII DKV 1. Dalam puja bakti tersebut murid-murid yang beragama Buddha membacakan Parita suci, namaskara, bandana, tisarana, Pancasila, Buddhanusati, dhammanusati, sanghanusati dan sacakiriyagatta. Dilanjutkan dengan meditasi metta bavana.

Usai meditasi murid murid tersebut membaca Dammapada atthakatha tentang yamakavagga Stanza 5 yaitu Kalayakkhini Vatthu.

Nahi berenang berani, sammantidha kudacanam. Averena ca sammanti, esa dhammo sanantani. Iti.

Syair tersebut memiliki arti sesungguhnya, bukan dengan permusuhan, permusuhan-permusuhan berakhir kapanpun di sini. Akan tetapi dengan tanpa permusuhan, permusuhan-permusuhan berakhir, ini adalah hukum yang abadi.

Stanza ini dilatarbelakangi oleh sebuah kisah dari seorang perumah tangga yang memiliki 2 istri. Istri pertama memiliki kebencian terhadap istri kedua. Setiap istri kedua hamil, istri pertama memasukkan ramuan racun ke dalam makanan, sehingga keguguruan. Karena terlalu banyak diracuni akhirnya istri kedua meninggal dunia. Sebelum meninggal dunia bersumpah akan membalas dendam di kehidupan berikutnya. Kedua istri pada kehidupan berikutnya menjadi ayam dan kucing, rusa betina dan macan tutul betina, dimana masing-masing secara bergantian memakan anak dari pesaingnya. Akhirnya istri pertama terlahir sebagai putri bangsawan dan istri kedua menjadi wanita raksasa bernama Kali.

Sudah 2 kali, Kali berhasil memakan anak anak putri bangsawan. Pada kesempatan ketiga, berhasil menyelematkan diri dan menyerahkan bayinya di kaki Buddha. Kali mengejar dan akhirnya bertemu Buddha. Mereka dinasehati Buddha untuk menjadi teman dan diceritakan tentang kehidupan mereka yang saling membunuh anak anaknya. Timbullah kesadaran, akhirnya Kali dan putri bangsawan menjadi sahabat.

Siswa yang beragama Buddha tersebut belajar dari Dammapada berserta cerita latarnya dan penjelasan dari kitab komentarnya. Inilah yang dilakukan pada hari ini untuk menumbuhkan spiritualitas dan saddha terhadap Tri Ratna, Buddha, Damma dan Sangha.

Related Post

Anak dan Remaja yang Peduli: Aksi Puasa Pembangunan 1

Senin, 23 Februari 2026. Sebelum pembelajaran dimulai oleh seluruh siswa siswi Katolik SMKN 11 Semarang melakukan kegiatan Aksi Puasa Pembangunan (APP) 1. Kegiatan APP 1 diadakan dengan tema “Anak dan Remaja yang Peduli” untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kepedulian terhadap sesama. Kegiatan ini diawali dengan menyanyikan lagu puasa Katolik, diikuti dengan pengantar dan doa tobat […]

Pesantren Ramadhan: Perkuat Keimanan Siswa terhadap Tuhan Yang Maha Esa

Senin, 27 Maret 2023, SMK Negeri 11 Semarang menyelenggarakan pesantren ramadhan yang dilakukan di Masjid Annida. Kegiatan pesantren ramadhan ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun ini, pesertanya adalah siswa yang sedang mengikuti pembelajaran Agama Islam dan Budi Pekerti. Beberapa kelas yang sedang mengikuti pembelajaran PAI diarahkan ke masjid Annida untuk mengikuti kegiatan pesantren ramadhan. […]