Animasi Gencar Berliterasi

Miris ketika mendengar berita bahwa kemampuan intelektual orang-orang Indonesia mengalami penurunan bahkan mendekati IQ Gorila. Tamparan keras bagi dunia pendidikan. Level hafalan dan pemahaman masih mendominasi. Jangan-jangan ini karena pembiasaan berliterasi masih sangat minim di kalangan murid dan guru. Kalau gurunya juga tidak berliterasi, bagaimana dengan muridnya.

Inilah keprihatinan saya, sehingga saya punya tekad untuk memasukkan budaya literasi menjadi kegiatan utama di Jurusan Animasi. Caranya adalah mewajibkan murid untuk membaca. Namun kegiatan ini sulit terlaksana apabila tidak dikawal dengan serius. Dari pengalaman semester sebelumnya ternyata budaya literasi murid animasi masih rendah, sehingga di semester genap ini dijadikan sebagai kegiatan yang terhubung dengan penilaian. Murid animasi wajib membaca buku dan dipresentasikan di hadapan guru, dan mengirim foto kegiatan dan laporan rangkuman buku yang dibacanya ke link yang sudah disediakan. Jika sudah melakukan, maka akan masuk menjadi nilai soft skill di jurusan dengan point 1.

Apapun program yang dilakukan memang mudah dilakukan di awal, namun yang paling sulit adalah menjaga konsistensinya. Melalui sistem yang memaksa dan terhubung dengan reward berupa nilai yang otomatis di jurusan, menjadi sistem pengontrol yang efektif agar program tersebut berjalan terus.

Awalnya memang terpaksa, namun ketika budaya ini dilakukan secara terus menerus, saya yakin akan menjadi kebiasaan dan akhirnya membaca menjadi sebuah kebutuhan. Di jurusan animasi, dalam satu semester minimal 10 kali membaca buku dan presentasi di hadapan guru. Semoga bermanfaat. (Penulis: Diyarko)

Related Post

“DOSIS” Dana Usaha Mandiri OSIS Prayatna Maitri SMK Negeri 11 Semarang

“Ijin bergabung di kegiatan OSIS Pak. Alhamdullilah  Dana Usaha Mandiri OSIS hari ini sedang banyak order”, ijin Hanna dengan sopan untuk meninggalkan kelas. Kegiatan mencari dana usaha mandiri kali ini adalah “DOSIS” yang merupakan singkatan dari Dodolan OSIS. Apa respon pembaca mendengar ungkapan ijin yang dilakukan Hanna selaku ketua OSIS Prayatna Maitri SMK Negeri 11 […]

Optimalisasi Media Kahoot dalam Peningkatan Motivasi Belajar Menulis Aksara Jawa Siswa SMK Negeri 11 Semarang

Oleh: Taufiqul Khoyr Salah satu faktor tercapainya tujuan tujuan pembelajaran yaitu motivasi belajar siswa. Motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh faktor intrinsik (siswa) maupun ekstrinsik (Guru), guru harus melibatkan diri untuk memotivasi belajar siswa. Adanya motivasi akan memberikan semangat sehingga siswa akan mengetahui arah belajarnya. Motivasi belajar dapat muncul apabila siswa memiliki keinginan untuk belajar. Menulis […]

Benchmark SMK Kesatrian Purwokerto dan SMK Kesehatan Kesatrian 2 Purwokerto di SMK Negeri 11 Semarang

Semarang – SMK Negeri 11 Semarang berbangga menerima kunjungan dari SMK Kesatrian Purwokerto dan SMK Kesehatan Kesatrian 2 Purwokerto dalam rangka studi tiru atau kerap disebut Benchmark padaJumat (24/01/2025). Pada dasarnya Benchmark merupakan konsep belajar yang dilakukan pada suatu institusi yang dianggap lebih kompeten pada suatu bidang atau keahlian. Adapun maksud dari kegiatan ini sebagai […]