Senang Berbagi Ilmu Pasca Magang

Dimas Andrew dengan Senang Hati Menjadi Mentor

Dimas Andrew, siswa kelas XII Animasi SMK Negeri 11 Semarang memiliki kebiasaan unik setelah mengikuti magang di Papilon yaitu menjadi mentor kepada adik-adik kelasnya yang duduk di bangku kelas XI.  Setelah magang ia masuk kelas XII dan pertama kali masuk kelas ia langsung menemui saya untuk ijin menggunakan ruangan komputer untuk berbagi pengalaman tentang membuat background secara digital terhadap adik kelasnya. Inisiatif yang brilian ini langsung saya sambut dengan suka cita.  Langsung saya buka pendaftaran diklat pembuatan background secara digital di group kelas XI.

Dimas Andrew saat ini setiap hari setelah pukul 12.00 WIB selalu menggunakan ruang komputer untuk membersamai adik-adiknya berlatih meningkatkan skillnya. Ia juga mengajak temannya bahkan mengajak alumni yang saat ini sedang mengikuti kuliah di jurusan Animasi UDINUS Semarang untuk ikut menjadi mentor di ruang komputer tersebut. Angga yang dulunya magang di Infection Studio dengan senang hati berbagi ilmunya untuk adik-adiknya.  Berempati tanpa diminta inilah yang sudah saya tunggu-tunggu menjadi bagian perilaku dari anak didik saya. Butuh waktu yang lama untuk sampai pada titik ini. Sejak tahun 2019, kegiatan mentoring ini diterapkan di jurusan Animasi. Meskipun awalnya kegiatan mentoring ini diprogramkan dengan meminta siswa yang memiliki kemampuan bagus untuk menjadi mentor. Mungkin siswa yang pernah mengikuti kegiatan mentor ini merasakan manfaat yang banyak, terasah skillnya sehingga mereka dengan kesadaran dirinya untuk berbagi kembali kepada teman-teman lainnya. baru tahun ini program mentoring  tanpa ada guru yang meminta, justru anak-anak yang menawarkan diri untuk berbagi.

Angga (Alumni) Dengan Senang Hati Menjadi Mentor

Kegiatan mentoring yang dilakukan oleh Dimas Andrew dan Angga (alumni) ini ternyata memberikan pengaruh terhadap jiwa empati para peserta diklat. Scolastika Larisa siswa kelas XI Animasi yang mengikuti kegiatan diklat tersebut langsung terketuk hatinya ingin berbagi ilmunya kepada adik kelas X. Malam-malam Skolastika mengirim pesan melalu WhatsApp, “Permisi selamat malam pak, saya mau ijin bertanya. saya peserta diklat 2d tadi berdiskusi, apa boleh narik peserta diklat lagi dari kelas X? Saya berpikir kalau peserta kelas X sudah mengikuti diklat maka nanti kelas 11 sudah bisa jadi mentor Pak”. Virus-virus kebaikan yang ditanamkan Dimas Andrew dan Angga sudah masuk ke sanubari para peserta diklat, sehingga mereka dengan kesadaran diri untuk berbagi atas ilmu yang didapatnya. Berbagi ilmu bukannya berkurang, justru ilmunya semakin bertambah. Prinsip yang dipegang oleh siswa Animasi SMK N 11 Semarang. Value ini yang terus menerus disampaikan oleh para guru, sehingga dapat diterapkan langsung oleh siswa. Sekecil ilmu yang diperoleh siswa yang datangnya dari mana saja, baik dari guru maupun tempat magang serta proses belajar mandiri akan menjadi berkah ketika disampaikan kepada orang lain yang membutuhkan. Semoga value berbagi secara menyenangkan ini menjadi habbit yang dimiliki oleh banyak siswa. Perilaku empati ini dibutuhkan oleh anak-anak kita untuk masa depannya. Karakter inilah sebagai bekal anak kita menghadapi dunia yang tidak bisa ditiru oleh mesin maupun robot. Mari di era 4.0 kita kembalikan sekolah kita ke 0.4 dengan pembentukan karakter well being sebagai pondasinya. Salam GSM, Berubah, Berbagi Berkolaborasi.

Penulis : Diyarko

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post

Roy Calon Pemimpin Masa Depan

Terima kasih untuk Roy atas pengabdianmu sebagai ketua OSIS SMK Negeri 11 Semarang selama 2 periode. Kami para guru Animasi bangga atas dharma baktimu kau curahkan untuk memimpin organisasi siswa intra sekolah, karena engkau sebagai pencetak sejarah pertama kali bahwa ketua OSIS dari jurusan Animasi. Sedehana penampilanmu, mudah berbaur, menjadi pemimpin yang murah senyum, bahkan […]

Kepala Sekolah dan Guru Sahabat Siswa

Untuk membangun sekolah yang memanusiakan manusia dibutuhkan sentuhan hati oleh pendidik dan tenaga pendidikan. Semua yang ada di dalamnya sebenarnya adalah guru. Guru memiliki makna keluar dari kegelapan, yang berarti guru itu sebagai penerang kegelapan. Ibarat matahari, perannya adalah memberikan sinar, memberikan kehangatan bagi siapa saja. Itu artinya guru itu perlu menuntun kodrat ansk didik […]

Buku Saku Kebaikan Memantik Olah Laku

Gisella dan Siska (siswa kelas X Animasi SMK Negeri 11 Semarang) tanpa diminta untuk membersihkan ruang  inkubasi, ia melakukan dengan kesadaran diri. Saya pun kaget, setelah kegiatan pembelajaran selesai, kedua siswa tersebut datang lagi ke ruang inkubasi dengan membawa vacum cleaner yang diambil dari ruang guru dan segera membersihkan debu yang menempel di karpet. Saya […]