Praktikkan Toleransi, Siswa SMK Negeri 11 Semarang Sambut Bhiksu Tudong

“Ribuan lilin dapat dinyalakan dari satu lilin dan nyalanya tidak akan berkurang. Begitupun kebahagiaan tidak akan pernah berkurang walau dibagi-bagi. Terang bagi semua Makhluk”, sebuah ungkapan yang ditulis di atas kertas  oleh perwakilan siswa SMK Negeri 11 Semarang dan dibentangkan untuk penyambutan Bhiksu Tudong. Hari ini,Kamis, 16 Mei 2024, sebanyak 36 perwakilan siswa SMK Negeri 11 Semarang yang terdiri dari Pengurus OSIS Prayatna Maitri, Kerohanian Islam  Tasqif, Kerohanian Kristen dan Kerohanian Katholik  menyambut Bhiksu dari berbagai negara  yang sedang melaksanakan ritual tudong yakni perjalanan spiritual dengan berjalan kaki menuju Candi Borobudur. Hari ini, kami melakukan penyambutan acara pelepasan Bhiksu Tudong di Vihara Sima Buddha Jayanti di Bukit Kasapa Kelurahan Pudak Payung, Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Dalam acara tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan sambutan dari salah satu Bhiksu sebagai Sangha Agung Indonesia dan dilanjutkan perwakilan Bhiksu tudong. Tudong merupakan sebuah prosesi laku keras dengan melakukan meditasi berjalan beribu-ribu kilometer. Seorang Bhiksu yang menjalankan prosesi tudong hanya makan secukupnya, karena secara vinaya atau aturan kebhikuan, mereka hanya makan dua kali sehari yaitu pagi dan siang sebelum pukul 12.00. Makanan tersebut hasil pemberian warga dari prosesi pindapata. Dalam ritual tudong tersebut mereka tidur menyatu dengan alam. Menurut penyampaian salah satu perwakilan Bhiksu tudong menjelaskan bahwa tadi malam, mereka menginap di Vihara Sima Buddha Jayanti dengan beralaskan tikar di bawah tenda-tenda, dan tetap sehat menjalaninya. Pagi-pagi pukul 04.00 mereka sudah melakukan prosesi chanting  yaitu pembacaan parita maupun sutra  dalam bahasa pali serta melakukan meditasi.

Salah satu bhiksu perwakilan tudong menyampaikan rasa bahagia dan terima kasih atas sambutan dari warga Kota Semarang dari berbagai lintas agama yang membantu kegiatan perjalanan tudong. “Saya mendengar kata bukit kasap, ternyata itu adalah berasal dari kata Kasapa, merupakan murid Buddha yang melaksanakan kegiatan tudong di masa kehidupan Buddha Gautama. Maka bukit ini selain diberi nama Bukit Kasapa, dapat pula dikenal sebagai bukit Tudong”, ungkap Bhante  Kamsai Sumano Maha Tera dalam sambutannya dan diikuti dengan tepuk tangan yang meriah.

Usai acara penyambutan dilanjutkan dengan pembacaan parita dan beberapa bhiksu memercikkan air berkah ke seluruh yang hadir. Air berkah merupakan simbol air darma yang suci sehingga mendorong siapa saja yang hadir untuk menjaga kemurnian hati dan pikiran. Kegiatan selanjutnya para Bhiksu tudong melakukan perjalanan menuju Candi Borobudur dan di atas bukit disambut oleh Walikota Semarang, Bu Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Inilah yang kami lakukan untuk merealisasikan moderasi beragama di sekolah. Toleransi antar umat beragama bukan sekedar teori, namun direalisasikan dengan tindakan nyata. Kegiatan ini semata-mata untuk memupuk toleransi beragama di SMK Negeri 11 Semarang. Salam moderasi.

Inilah yang kami lakukan untuk merealisasikan moderasi beragama di sekolah. Toleransi antar umat beragama bukan sekedar teori, namun direalisasikan dengan tindakan nyata. Kegiatan ini semata-mata untuk memupuk toleransi beragama di SMK Negeri 11 Semarang. Salam moderasi.

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=aRywM7Svsjc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post

Terapkan Demokrasi melalui Debat dan Pemilos SMK Negeri 11 Semarang

Pagi hari, 20 Maret 2023 setelah usai pelaksanaan upacara bendera, siswa-siswi terlihat ramai duduk berurutan mengelilingi lapangan tengah SMK 11 Semarang. Sorak sorai terdengar di seluruh lingkungan sekolah mengundang siswa–siswi kelas X untuk berkumpul, mengikuti kegiatan pagi ini. Debat Pemilos, menjadi tontonan menarik bagi para siswa–siswi SMK 11 Semarang. Berbagai rangkaian kegiatan sudah dilalui, usaha, […]

Sasmita Adiluhung: Clasmeet Menyenangkan

Semarang, 11 Desember 2025 – SMK Negeri 11 Semarang menyelenggarakan kegiatan Classmeet dengan tajuk Sasmita Adiluhung sebagai penutup rangkaian kegiatan ASAS Semester Ganjil. Acara ini diikuti oleh seluruh peserta didik dari kelas X, XI, dan XII yang berlangsung di Lapangan Krida Khsetra, mulai pukul 08.00–14.00 WIB. Kegiatan Classmeet kali ini berfokus pada penguatan kebersamaan, sportivitas, […]

Seminar Gen-Z dan Media Sosial Menemukan Keseimbangan di Era Digital

Jumat, 23 Mei 2025, SMK Negeri 11 Semarang menggelar seminar bertema “Generasi Z dan Media Sosial” yang diselenggarakan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi dari Universitas Udinus. Acara ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada siswa terkait peran dan dampak media sosial dalam kehidupan generasi muda. Dalam seminar tersebut, dibahas bagaimana Gen-Z tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital […]