Murid Kelas X Belajar Mengajar

Pagi ini, Senin, 9 Maret 2026, saya mengajar di kelas X Animasi 4. Kali ini materi yang dipelajari adalah karakter full body. Usai melaksanakan mindfullness, pengambilan tekad lima Silla, dilanjutkan dengan pembelajaran di ruang lab.

Saya sengaja berdiri dengan posisi tangan dimasukkan ke saku. Salah satu murid bernama Velodiya yang setiap hari Selasa mengikuti pelatihan bersama alumni. Velodiya saya minta untuk membuat gambar sketsa saya. Saya sengaja meminta Velodiya untuk memberi contoh dan memberikan penjelasan kepada teman-temannya, sekaligus mengecek hasil dari pelatihan yang selama ini diikuti.

Dengan teknik gambar oval kepala, postur tubuh digambarkan dengan enam kepala. Ia juga menggambar tempat pundak, pinggul, sampai ke kaki. Di akhir ia membuat tangan. Usai memberi contoh, murid-murid lainnya mencoba membuat gambar sketsa. Sebagai bentuk penghargaan, saya minta Velodiya untuk membubuhkan tanda tangan acc bagi murid yang gambar sketsanya sudah memenuhi standar anatomi karakter full body.

Bagi Velodiya, memberikan kesempatan untuk mengajar ini sangat bermakna, karena bisa melatih kemampuan berkomunikasi. “Terimakasih Pak Di sudah memberikan saya kesempatan, dulu masa SMP tidak seperti ini, dan saya senang bahwa hari ini bisa berkomunikasi lancar dengan teman sekelas. Saya izin masukkan ke pengembangan diri saya”, ungkap Velodiya. Penulis: Diyarko

Related Post

Upacara Hari Ibu di SMK N 11 Semarang

SMK Negeri 11 Semarang, 22 Desember 2022 menyelenggarakan upacara dalam rangka hari Ibu. Di hari spesial bagi kaum ibu ini, para petugas upacara adalah ibu guru. Pemimpin upacara oleh Ibu Dra. Mg. Eko Sri Windaryati, Pengibar bendera oleh Bu Desyana Kartika, S.Kom, Bu Yenni Novita Adiyana, S.Ds dan Bu Selfia Rimba J.A., S.Ds. Pembawa naskah […]

Pola Pikir BertumbuhJalan Menuju Pembelajaran dan Kehidupan yang Bermakna

Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh tantangan, kemampuan untuk belajar, beradaptasi, dan berkembang menjadi semakin penting. Salah satu pendekatan yang mendasari kemampuan tersebut adalah pola pikir bertumbuh atau growth mindset. Konsep ini pertama kali dipopulerkan oleh psikolog Carol S. Dweck dari Stanford University, yang membedakan dua jenis pola pikir utama: fixed mindset (pola […]

Optimalisasi Media Kahoot dalam Peningkatan Motivasi Belajar Menulis Aksara Jawa Siswa SMK Negeri 11 Semarang

Oleh: Taufiqul Khoyr Salah satu faktor tercapainya tujuan tujuan pembelajaran yaitu motivasi belajar siswa. Motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh faktor intrinsik (siswa) maupun ekstrinsik (Guru), guru harus melibatkan diri untuk memotivasi belajar siswa. Adanya motivasi akan memberikan semangat sehingga siswa akan mengetahui arah belajarnya. Motivasi belajar dapat muncul apabila siswa memiliki keinginan untuk belajar. Menulis […]