Meneladani Karakter Ilahi seperti Yusuf

Hari ini, Senin, 23 Februari 2026 dilakukan kegiatan kerohanian Kristen. Murid-murid berkumpul untuk mendengarkan firman Tuhan disampaikan oleh Lambok Pak Pahan dengan dasar firman dari Kejadian 50:15–21. Tema khotbah yang disampaikan adalah “Yusuf yang Memiliki Karakter Ilahi.

Firman Tuhan hari ini mengajak kita merenungkan perjalanan hidup Yusuf, seorang yang sejak muda mengalami banyak penderitaan, namun tetap hidup dalam karakter yang berkenan kepada Tuhan. Yusuf adalah anak yang sangat dikasihi oleh ayahnya, sehingga menimbulkan rasa iri dan kebencian dari saudara-saudaranya. Kebencian itu membuat mereka merencanakan kejahatan terhadap Yusuf—ia dimasukkan ke dalam sumur, dijual sebagai budak, difitnah, dan akhirnya dipenjarakan.

Namun di setiap fase kehidupannya, Tuhan tidak pernah meninggalkan Yusuf. Bahkan di dalam penjara, Tuhan tetap bekerja secara ajaib melalui hidupnya. Hingga pada akhirnya, Yusuf dipakai Tuhan untuk menafsirkan mimpi raja dan diangkat menjadi penguasa di Mesir. Dari perjalanan hidup Yusuf yang singkat namun penuh makna ini, kita belajar bagaimana rencana Tuhan selalu lebih besar dari penderitaan manusia.

Pesan dan Refleksi Iman

  1. Tuhan selalu menyertai di mana pun kita berada.
    Dalam setiap persoalan hidup, Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Yusuf menunjukkan karakter ilahi: tidak pendendam, tidak menyalahgunakan kekuasaan, dan tetap hidup benar meskipun memiliki kesempatan untuk membalas kejahatan. Kita pun dipanggil untuk memiliki karakter ilahi seperti Yusuf, karena ia juga manusia biasa yang bergantung sepenuhnya pada Tuhan.
  2. Libatkan Tuhan dalam setiap rencana hidup.
    Apa yang kita impikan dan cita-citakan bisa saja berubah menjadi lebih buruk jika tidak disertai Tuhan. Oleh karena itu, dalam hidup, masa depan, dan setiap rancangan kita, Tuhan harus menjadi pusat dan penuntun utama.
  3. Bersandar kepada Tuhan dalam setiap tantangan.
    Saat menghadapi kesulitan dan ujian hidup, jangan mengandalkan kekuatan sendiri. Seperti Yusuf, kita diajak untuk tetap setia, percaya, dan memiliki karakter ilahi yang memuliakan Tuhan.

Melalui firman Tuhan hari ini, kita semua diajak untuk meneladani Yusuf—hidup dalam ketaatan, kesetiaan, dan karakter ilahi. Kiranya melalui kegiatan rohani ini, iman kita semakin diteguhkan dan hidup kita semakin mencerminka kasih serta kehendak Tuhan dalam setiap keadaan.

Penulis : Alira Radika Aliratunisa X DKV 5

Related Post

Ibadah Bersama Siswa Kristen Kelas X SMK N 11 Semarang

Semarang — Siswa-siswi Kristen SMK Negeri 11 Semarang melaksanakan kegiatan Ibadah Bersama, pada hari Jumat, 13 Maret 2026, bertempat di Ruang Lab Bahasa mulai pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB. Kegiatan berjalan dengan lancar dan baik. Ibadah dimulai dengan menyanyi yang dipimpin Benedicta Joan V sebagai WL ditemani Clarisa Nadia M. V dan Anggita Martha […]