Di bulan Ramadhan, ketika murid-murid yang beragama Islam mengadakan pesantren kilat, murid-murid yang beragama Buddha melaksanakan kegiatan Damma Vaca dalam program Pesastrian Buddhis. Dalam kegiatan ini, diawali dengan puja bakti dengan membaca Parita suci, dilanjutkan dengan meditasi metta tubuh dan lanjut dengan anapanasati, yaitu perhatian penuh pada keluar masuknya nafas. Kegiatan berlangsung selama 30 menit.
Usai meditasi, murid murid yang beragama Buddha melaksanakan damma baca yaitu membaca damma. Kali ini, membaca tentang kisah gotami. Seorang ibu yang kehilangan anaknya saat baru bisa berjalan karena meninggal. Karena selama hidupnya belum pernah melihat kematian, dia tidak tahu bahwa anaknya mati. Ia berusaha ke sana kemari mencari obat untuk kesembuhan anaknya. Sampai suatu ketika, ada seorang yang menunjukkan untuk menghadap Buddha. Ia meminta petunjuk tentang obat yang bisa menyembuhkan anaknya. Buddha memberikan petunjuk bahwa ada obatnya yaitu sejumput biji sawi dari keluarga yang belum pernah ada yang mati. Kisa Gotami akhirnya berkeliling satu per satu mencari sejumput biji sawi, namun tak ditemukan dari satu pun keluarga yang anggota keluarganya belum pernah mengalami kematian. Dari situlah ia menyadari bahwa kematian itu pasti terjadi dan tidak hanya anaknya saja. Ia kembali ke Buddha dan ia mendapatkan wejangan tentang kematian dan mencapai buah sotapanna. Ia selanjutnya minta ditabiskan menjadi bhikkuni. Di saat mendaraskan patimoka, ia melihat api lilin yang menyala lenyap dan menyala terus menerus secara bergantian, dan menjadi objek meditasinya. Dari situlah, ia mencapai arahanta.

Membaca damma jika dilakukan dengan baik, menjadi sumber inspirasi untuk bertindak dan berperilaku sesuai dengan Damma, dan itu adalah berkah utama. Semoga kegiatan ini menjadi ladang yang baik untuk menanam benih-benih kamma baik. Sadhu, sadhu, sadhu.



