
Guru itu harus mampu menjadi pendengar yang baik ketika murid bercerita. Itu adalah kemampuan yang harus dimiliki guru agar murid merasa senang bisa bercerita. Bercerita dari apa yang telah dibacanya merupakan salah satu indikator keberhasilan literasi. Hal inilah yang dibiasakan di jurusan Animasi SMK N 11 Semarang. Di saat jam produktif yang panjang, murid-murid membuat project animasi, saya banyak menunggui mereka, sehingga pada waktu itulah secara bergantian murid menyampaikan ringkasan hasil cerita.
Sederhana yang kami lakukan, namun apabila secara konsisten dilakukan akan berdampak pada rasa percaya diri murid ketika menyampaikan hasil bacaannya. Saya selalu mengamati bahwa kemampuan murid ketika bercerita selalu meningkat. Di awal, masih banyak murid yang masih canggung, gagap dan bingung ketika diminta untuk menceritakan kembali. Setelah beberapa kali membaca buku-buku Jataka dan menyampaikan kembali isi ceritanya, kemampuan mereka relatif lancar. (Penulis: Diyarko)



