Siswa-siswi SMKN 11 Semarang kelas 10 yang beragama Katolik mengikuti Jumat rutin yaitu Rohani Katolik. Kegiatan ini berlangsung dengan hikmat dan khusyuk tanpa halangan apapun. Kerohanian dimulai pada pukul 7 hingga selesai.
Isi dari kegiatan tersebut meliputi: Pada ibadat sabda harian pagi ini, firman Tuhan diambil dari Kitab Yesaya 45:15–26. Bagian ini menegaskan kedaulatan Tuhan sebagai satu-satunya Allah dan Juruselamat yang sejati. Melalui nabi Yesaya, Allah menyatakan diri-Nya sebagai Pribadi yang berkarya dalam sejarah, membebaskan umat-Nya, dan mengundang seluruh bangsa untuk datang kepada-Nya.
Allah yang Menyembunyikan Diri namun Menyelamatkan
Dalam ayat 15, Allah disebut sebagai Allah yang menyembunyikan diri. Hal ini menunjukkan bahwa cara kerja Tuhan tidak selalu terlihat atau dapat langsung dipahami manusia. Namun, meskipun tampak tersembunyi, Ia tetap hadir dan bekerja menyelamatkan umat-Nya. Ia adalah Penyelamat sejati bagi Israel, berbeda dengan berhala yang tidak memiliki kuasa.
Kehinaan Penyembah Berhala
Ayat 16–17 menegaskan bahwa mereka yang membuat dan menyembah berhala akan mendapat malu. Berhala adalah buatan tangan manusia yang tidak mampu menolong. Sebaliknya, Israel diselamatkan oleh Tuhan dengan keselamatan kekal. Keselamatan yang berasal dari Tuhan tidak membawa kehinaan, melainkan kemuliaan yang bertahan selama-lamanya.
Tuhan Pencipta yang Menghendaki Keteraturan
Dalam ayat 18–19 ditegaskan bahwa Tuhan adalah Pencipta langit dan bumi. Ia menciptakan dunia bukan untuk kekosongan, tetapi untuk didiami. Tuhan tidak berbicara dalam kegelapan atau membiarkan umat-Nya mencari Dia dengan sia-sia. Ia menghendaki keteraturan, kehidupan, dan relasi yang nyata dengan manusia.
Undangan Keselamatan bagi Semua Bangsa
Ayat 20–22 menunjukkan bahwa keselamatan Tuhan tidak hanya diperuntukkan bagi Israel, tetapi juga bagi bangsa-bangsa. Mereka dipanggil untuk meninggalkan berhala dan berbalik kepada Tuhan. Hanya Tuhan yang berkuasa menyelamatkan. Undangan ini bersifat universal: setiap orang yang datang kepada-Nya akan menerima keselamatan.
Pengakuan Universal akan Kebenaran Tuhan
Dalam ayat 23–25 dinyatakan bahwa segala lutut akan bertelut dan segala lidah akan bersumpah setia kepada Tuhan. Ini menggambarkan pengakuan universal bahwa hanya di dalam Tuhan terdapat kebenaran, kekuatan, dan keselamatan. Pada akhirnya, seluruh umat akan mengakui kebesaran dan keadilan-Nya.
Keadilan bagi Keturunan Israel
Firman ini juga menegaskan bahwa seluruh keturunan Israel akan dibenarkan dan memegahkan diri di dalam Tuhan. Pembenaran bukan berasal dari usaha manusia, melainkan dari karya keselamatan Tuhan sendiri.
Kesimpulan
Yesaya 45:15–26 merupakan pernyataan tentang kebesaran Allah yang mengatasi sejarah dan segala kuasa dunia. Ia mungkin tampak tersembunyi, tetapi tetap setia menyelamatkan. Firman ini mengingatkan kita untuk tidak mencari keselamatan pada hal-hal yang sia-sia, melainkan berbalik kepada Allah yang hidup. Dalam ibadat sabda harian pagi ini, kita diteguhkan untuk percaya bahwa Tuhan bekerja dengan cara-Nya yang sempurna, memimpin umat-Nya, dan mengundang seluruh dunia untuk mengalami keselamatan di dalam Dia.
Penulis: Nazwa Aisha Devita X DKV 3




