Bukan Lebay, Sehat Mental itu Penting

Semarang, 11 Februari 2026 – SMK Negeri 11 Semarang menggelar kegiatan “Teras Sharing Gen Z” yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 11. Acara ini menghadirkan Bapak Aris Sutiyono, CHt., seorang mentor sekaligus hipnoterapis, sebagai narasumber utama. Topik yang diangkat sangat relevan dengan realita anak muda masa kini: Kesehatan Mental.

Apa Itu Kesehatan Mental?
Bapak Aris menekankan bahwa kesehatan mental adalah kondisi kesejahteraan emosional, psikologis, dan sosial yang memengaruhi cara manusia berpikir, merasa, dan bertindak. Kesehatan mental yang baik bukan berarti “bebas dari masalah”, melainkan kemampuan individu untuk mengelola stres, berinteraksi secara sehat, dan memaksimalkan potensi diri.

Beliau meluruskan stigma negatif yang ada: “Mental health bukan berarti gila.” Menghadapi masalah mental adalah hal yang wajar karena kita semua sedang dalam proses bertumbuh dan belajar.

Tantangan Gen Z di Era Digital
Dalam pemaparannya, Bapak Aris membedah beberapa istilah yang kerap menghantui Gen Z:

FOMO (Fear of Missing Out): Ketakutan akan tertinggal tren atau zaman.

Overthinking & Anxiety: Rasa cemas berlebih terkait masa depan, finansial, dan ketakutan akan kegagalan.

Insecure: Ketidakpercayaan diri karena merasa berbeda atau kurang dibanding orang lain.

Depresi: Kondisi yang membuat seseorang mudah lelah, kehilangan energi, hingga mudah tersinggung.

Menariknya, Bapak Aris menjelaskan bahwa 95% perilaku manusia dipengaruhi oleh pikiran bawah sadar. Di era teknologi ini, media sosial seringkali menjadi pemicu masalah mental karena minimnya filter informasi. Perbedaan mencolok antara generasi orang tua dan Gen Z terletak pada akses teknologi yang sangat masif, yang jika tidak dikelola, dapat menjadi bumerang.

Tips Menjaga Kesehatan Mental
Sebagai langkah preventif dan solusi, ada beberapa poin penting yang dibagikan:

Filter Lingkungan Sosial: Lima sahabat terdekat sangat memengaruhi perilaku dan masa depan kita. Hindari lingkaran pertemanan yang hanya membawa aura negatif.

Jujur pada Diri Sendiri: Sadari bahwa apa yang tampak sempurna di media sosial belum tentu nyata. Satu-satunya realitas yang harus kita jaga adalah diri kita sendiri.

Latihan Fokus & Relaksasi: Bapak Aris mengajak siswa mempraktikkan teknik pernapasan sederhana—menghirup napas dari hidung, membuang melalui mulut, dan membayangkan tempat ternyaman untuk menciptakan rasa rileks.

Kesimpulan dari Teras Sharing hari ini sangat menarik dan menginspirasi kita semua yaitu
“Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri. Menjadi rentan bukan berarti lemah, dan peduli pada kesehatan mental bukan berarti ‘lebay’. Kita adalah manusia yang sedang berproses; hargai kesehatan pikiranmu sebagaimana kamu menghargai kesehatan fisikmu, karena masa depan yang cerah dimulai dari jiwa yang tenang.”

Penulis : Christina Martha Luturyali X Animasi 2

Related Post

MPLS Ramah 2025 di SMKN 11 Semarang Resmi Dimulai

Semarang – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Negeri 11 Semarang tahun pelajaran 2025/2026 resmi dibuka hari ini, Senin (14/7). Sesuai ketentuan Kementerian Pusat dan Daerah kegiatan MPLS belangsung lima (5) hari. Kegiatan ini diawali dengan upacara pembukaan yang berlangsung khidmat di lapangan sekolah Kridha Khsetra dan dibuka secara simbolis oleh Kepala Sekolah Ibu […]

Upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional Tahun 2022 SMK Negeri 11 Semarang

SMK Negeri 11 Semarang pada hari ini tanggal 10 November 2022 menggelar upacara memperingati Hari Pahlawan Nasional Tahun 2022. Upacara peringatan hari pahlawan ini diikuti seluruh guru, karyawan, dan siswa. Kegiatan ini bertujuan mengenang dan menghormati perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Untuk tema yang diangkat pada Hari Pahlawan tahun 2022 ini adalah “Pahlawanku […]

Menjalani Proses Lebih Bermakna

Usai menyeleksi calon peserta FLS2N bidang tari pada minggu yang lalu, dari 24 peserta yang memiliki passion, bakat dan talenta di bidang tari berhasil diseleksi 10 peserta. Sama seperti kelompok painting, bu Yenni selaku pembimbing tidak mau terburu-buru menentukan siapa  yang akan mewakili sekolah ke Cabdin I. Justru mereka harus menjalani proses berlatih bersama-sama agar […]