
Bukan karena hukuman, murid membersihkan lingkungan sekolah. Inilah yang kami terapkan di jurusan Animasi SMK N 11 Semarang agar murid memiliki kesadaran. Selama ini banyak dijumpai bahwa ketika murid terlambat mendapatkan punnisment berupa membersihkan lingkungan. Cara itu tidak salah, namun sebagai konsekuensinya akan muncul persepsi bahwa seseorang yang membersihkan lingkungan sekolah karena sedang menjalani hukuman.
Di jurusan Animasi, kami memperlakukan bahwa setiap murid pasti akan mendapatkan jatah membersihkan lingkungan sekolah. Melalui penjadwalan piket, maka dalam satu semester, setiap murid mendapatkan jatah membersihkan lingkungan sekolah hanya sekali. Mereka yang mendapatkan tugas piket, memiliki SOP sebagai berikut: 1) Murid menyapu lantai selasar gedung animax, 2) mengepel lantai selasar gedung animax, 3) membersihkan kusen, jendela, pintu dan kaca. Setelah selesai, murid memiliki kewajiban untuk mengirim dokumentasi ke link yang tersedia yang terhubung menjadi nilai soft skill.
Inilah cara kami membangun kesadaran murid untuk peka terhadap lingkungan sekolah. Dalam kegiatan ini murid juga menuliskan refleksi melalui pertanyaan “Apa saja yang kalian lakukan saat kegiatan Piket Membersihkan Gedung Animax?, Apa yang kalian rasakan dari kegiatan ini? dan Hal baik apa yang kalian peroleh”. Pertanyaan tersebut memantik murid untuk berkesadaran, sehingga apa yang dilakukan murid bukan sekedar menggugurkan kewajiban. Penulis: Diyarko





