

Jumat, 13 Maret 2026, di cetya Widya Dharma SMK Negeri 11 Semarang, murid yang beragama Buddha melaksanakan kegiatan pesastrian Buddha. Pesastrian berasal dari kata sastri yang artinya murid. Pesastrian Buddha memiliki makna perkumpulan para murid Buddha untuk belajar damma. Dalam kegiatan ini, murid yang beragama Buddha melaksanakan puja bakti, meditasi dan mendengarkan ajaran Buddha melalui proses membaca atau damma vaca
Pujabakti dengan cara Theravada oleh Nava Pannasami dengan membaca namaskara, vandana, Tisarana, Pancasila, Buddhanusati, Dhammanusati, Sanghanusati, Saccakiriagata dan Brahmavihara. Dilanjutkan dengan meditasi. Usai meditasi membaca Dammapada tentang kisah Mahadana. Dalam kisah itu , Mahadana yang terlahir di keluarga terkaya, namun dalam hidupnya selalu dimanja, sehingga tidak bisa hidup secara mandiri. Setelah orang tuanya meninggal, ia mendapatkan warisan dan habis karena tidak bisa menggunakannya dengan benar. Di hari tuanya, bersama istrinya hidup sebagai pengemis. Dari cerita ini, kita bisa mengambil inpirasi bahwa potensi kamma baik di masa lampau, tidak cukup untuk mendukung saat ini apabila tidak melakukan kamma baik di saat ini.


