SMK N 11 Semarang, 27 Februari 2026. Di bulan ramadhan ini, murid yang beragama Buddha juga melaksanakan kegiatan pesastrian Buddhis. Dalam kegiatan ini, murid melaksanakan puja bakti pagi, meditasi dan melaksanakan damma vaca atau membaca Dhamma. Pagi ini, Pradipta Binda, murid kelas XII melaksanakan puja bakti pagi hari. Ia membakar hio, mempersembahkan buah dan bernamaskara. Parita suci dibacakan, membaca tekad menjalankan lima Silla (tidak membunuh, tidak mencuri, tidak berzina, tidak berucap salah dan tidak mengkonsumsi zat-zat yang melemahkan kesadaran). Ia juga melakukan meditasi hingga berlangsung 30 menit. Di keheningan itulah, ia fokus pada keluar masuknya nafas.

Usai meditasi, ia membaca dhammapada yang berisi tentang syair yang berkaitan dengan kamma dan buahnya beserta cerita yang melatarbelakangi munculnya syair tersebut. Dalam stanza ini diperoleh insipirasi bahwa tidak ada satu tempatpun di dunia yang dapat melindungi kamma yang akan berbuah. Dari cerita latarnya, ada seekor gagak yang terbang terjerat jerami yang terbakar dan akhirnya gagak tersebut mati. Buddha memahami kehidupan masa lalu dari burung gagak tersebut. Di kehidupan sebelumnya adalah sebagai manusia penggembala sapi. Karena sapinya kesetanan, akhirnya ia marah dan mengalungkan jerami dan dibakarlah jerami tersebut hingga sapi tersebut mati. Di kehidupan berikutnya orang yang bengis tersebut terlahir menjadi burung gagak dan mengalami kematian yang serupa dengan apa yang telah diperbuat pada kehidupan sebelumnya terhadap sapinya.
Di cerita selanjutnya ada seorang istri dijatuhkan ke laut dengan diberi beban baru oleh suaminya yang menjadi kapten laut. Kejadian itu karena ada pandangan salah bahwa kerusakan kapal yang dialaminya karena istrinya yang membawa sial. Ternyata di kehidupan sebelumnya seorang istri tersebut terlahir sebagai wanita. Saat jalan-jalan bersama anjingnya diolok olok sebagai wanita anjing. Karena malu, akhirnya anjingnya ditenggelamkan dengan mengalungkan batu di lehernya. Kammanya berbuah persis dengan kematian yang dialaminya ketika ditenggelamkan di tengah lautan.
Cerita ketiga terkait beberapa Bhikkhu yang terjebak di gua selama 7 hari karena tertutup batu besar, ternyata itu adalah buah kamma yang harus dipetik. Kehidupan sebelumnya sebagai pemuda penggembala sapi. Saat itu memasukkan kadal ke lubang. Selama 7 hari kadal tersebut baru bisa keluar, karena kasihan setelah kadal tersebut keluar, akhirnya dibiarkan pergi. Demikian pula pada hari ke-8, para bhikkhu tersebut akhirnya bisa keluar. Itulah bekerjanya hukum kamma, kadang kala buahnya akan menyerupai dengan kejadian dari kamma yang dilakukan di masa lampaunya. Usai damma vaca, murid melaksanakan namaskara sebagai penutup kegiatan.


