
Mata pelajaran ini berlaku untuk seluruh jurusan yang ada di SMKN 11 Semarang, yaitu Desain Komunikasi Visual (DKV), Animasi, Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG), serta Teknik Grafika. Keempat jurusan tersebut dinilai memiliki relevansi tinggi dengan kebutuhan industri kreatif dan teknologi, baik di dalam negeri maupun di pasar global.
Penambahan Bahasa Jepang sebagai mata pelajaran bertujuan tidak hanya untuk mengenalkan aspek kebahasaan, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan komunikasi lintas budaya dan softskill yang sangat dibutuhkan dalam lingkungan kerja global. Materi pembelajaran yang diberikan mencakup salam (aisatsu), perkenalan diri (jikoshoukai), latihan membaca dan menulis huruf hiragana dan katakana, serta pengenalan kebudayaan Jepang.
Antusiasme siswa selama berlangsungnya pembelajaran ini cukup baik, terlihat dari keaktifan mereka selama proses belajar berlangsung, baik dalam diskusi, menjawab pertanyaan, maupun mencoba percakapan dasar. Meskipun demikian, tantangan tetap ada, terutama karena pelajaran ini baru dimulai di tingkat akhir. Dengan waktu pembelajaran yang relatif singkat, intensitas dan kecepatan penyampaian materi menjadi perhatian utama. Idealnya, program ini dapat mulai diterapkan sejak kelas XI agar siswa memiliki waktu belajar yang lebih panjang dan komprehensif.
Sebagai bagian dari strategi peningkatan daya saing lulusan, SMKN 11 Semarang juga telah menjalin kemitraan dengan beberapa Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Melalui kerja sama ini, sekolah menargetkan peningkatan jumlah siswa yang dapat menembus pasar kerja di Jepang secara resmi dan legal.
Dengan penambahan mata pelajaran Bahasa Jepang ini, SMKN 11 Semarang menegaskan komitmennya menjadi sekolah kejuruan yang tidak hanya unggul di bidang industri kreatif dan teknologi, tetapi juga memiliki orientasi global. Ke depan, sekolah berupaya terus memperluas jejaring dan program internasional demi mendukung karier lulusan di kancah dunia.
SMK Bisa, SMK Hebat!
SMKN 11 Semarang- Bersinergi, Berprestasi


