Belajar Membuat Studio Sendiri

“Selamat malam, Pak Di. Mohon izin menyampaikan laporan. Saat ini saya sudah memiliki studio yang siap digunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan produksi. Untuk mendukung operasional studio, kami juga telah merekrut 3 (tiga) orang, yaitu 1 (satu) bidang rigging, 1 (satu) bidang ilustrasi, dan 1 (satu) bidang 3D. Terima kasih atas perhatian dan arahannya, Pak”, ungkap Faiz, salah satu murid kelas XI Animasi.

Kalimat laporan yang sederhana, namun menjadi kebanggaan saya sebagai guru dan ketua jurusan animasi. Ini menjadi bukti bahwa proses belajar dan terus bertumbuh untuk menuju kemandirian sudah mulai nampak pada murid-murid di jurusan animasi. Sejak semester genap ini, murid yang sudah selesai melaksanakan Praktik Kerja Lapangan, saya beri tiga pilihan dalam mengikuti pembelajaran. Pilihan pertama adalah membuat studio sendiri. Pilihan kedua adalah melaksanakan perpanjangan PKL yang disebut dengan project industri. Pilihan ketiga adalah mengikuti project-project di jurusan. Dari ketiga pilihan tersebut, yang paling tinggi levelnya adalah membuat studio sendiri.

Faiz salah satu murid yang membuat studio sendiri dengan membuka akun fiver. Ia mencoba membuat gih atau portofolio yang diunggah di akun tersebut dan siap menerima pesanan dari klien. Saat ini ia membuat gih berupa modeling 3D. Saat ini ia juga sudah merekrut beberapa teman untuk menjalankan studio ini. Jurusan Animasi memberikan apresiasi bagi murid yang memilih membuat studio sendiri yaitu akan menilai hasil laporan mingguan yang dikirim ke link yang sudah disediakan. Sederhana, namun akan memacu murid-murid mengembangkan potensi yang ada.

Penulis: Diyarko (Ketua Jurusan Animasi)

Related Post

Budaya Literasi di Animasi

Imajinasi, kreatifitas tidak mungkin optimal ketika tidak dilandasi budaya literasi. Rendahnya literasi menjadi keprihatinan saya di dunia pendidikan. Untuk itu upaya literasi menjadi salah satu konsen saya dan masuk di program pembelajaran di Animasi. Upaya yang dilakukan adalah memasukkan program wajib membaca buku fiksi maupun non fiksi minimal 10 buku dalam satu semester. Setiap murid […]

Pustaka Waca: Pembiasaan Literasi Kompetensi Keahlian Animasi

Membaca buku merupakan pintu gerbang masuknya pengetahuan, namun untuk membiasakan murid membaca membutuhkan effort yang tinggi. Musuh terbesarnya adalah tsunami media sosial, sehingga murid tidak tahan untuk membaca dalam waktu lama. Mereka cenderung mengkonsumsi informasi-informasi yang pendek. Ketika murid-murid saya tawari untuk membaca buku-buku yang disediakan di perpustakaan jurusan animasi, ternyata mereka lebih memilih buku-buku […]

SMK N 11 Semarang Latih Siswa tentang Sosial Media Marketing

Marketing merupakan salah satu bagian penting yang harus dilakukan oleh para pengusaha, termasuk UMKM. Di era digital ini, marketing melalui sosial media menjadi pilihan yang efektif karena pengguna instagram, tiktok di Indonesia masuk 10 besar di dunia. Hal ini menjadi peluang besar untuk pengelolaan sosial media marketing sebagai pekerjaan baru. Melihat peluang tersebut SMK N […]