Belajar Pemasaran Market Place di Teras Studio

Inilah keuntungan jika di sekolah ada studio sendiri. Di semester ini, SMK N 11 Semarang memiliki studio sendiri untuk tempat belajar murid-murid mengelola akun market place Vgen yang memasarkan jasa pembuatan ilustrasi digital dengan pangsa pasar internasional. Murid-murid yang diterima untuk PKL di studio ini diajarkan tentang cara memasarkan market place hingga mendapatkan klien.

Saat saya mengajar di kelas X Animasi 1, saya mendapatkan laporan dari Yohana bahwa dirinya saat ini sudah membuka akun V gen, namun belum mendapatkan pesanan dari klien. Di saat pembelajaran inilah, saya mengajak ke Teras Studio, saya kenalkan kepada murid-murid yang sedang PKL. Yohana saya minta untuk menimba ilmu bagaimana langkah-langkah agar segera mendapatkan klien.

Bagi saya, belajar tidak harus seragam materinya. Belajar hendaknya sesuai kebutuhan. Yohana secara teknis sudah memiliki kemampuan membuat gambar digital dengan baik, namun berkaitan dengan pemasaran masih perlu belajar. Karena hari ini kebutuhan Yohana adalah ilmu pemasarannya, maka saya beri kesempatan untuk belajar kepada pelaku bisnis tersebut. Diferensiasi itu indah.

Penulis: Diyarko

Related Post

Kegiatan Apa usai PAS?

Kegiatan Penilaian akhir semester 1 di SMK 11 Semarang berakhir dengan baik di tanggal 2 Desember 2022. Kegiatan PAS berlangsung selama 1 minggu dengan jadwal kegiatan kelas X, XI dan XII bergiliran. Dengan berakhirnya PAS, proyek akhir semester datang menghampiri para siswa yang sangat mendambakan libur akhir tahun, kepadatan ini terlihat pada jurusan animasi kelas […]

Belajar Modeling 3D di Pikara Studio

Senin, 2 Maret 2026, beberapa murid kelas X Animasi 4 mengikuti pembelajaran dasar-dasar animasi di Pikara Studio. Ketika yang lainnya di ruang lab animasi membuat project membuat karakter brust up, empat murid justru melakukan pembelajaran membuat modeling 3D di bawah bimbingan langsung dari mentor di Pikara Studio. Prinsip kami, pembelajaran tidak harus seragam, kurikulum harus […]

Animasi Gencar Berliterasi

Miris ketika mendengar berita bahwa kemampuan intelektual orang-orang Indonesia mengalami penurunan bahkan mendekati IQ Gorila. Tamparan keras bagi dunia pendidikan. Level hafalan dan pemahaman masih mendominasi. Jangan-jangan ini karena pembiasaan berliterasi masih sangat minim di kalangan murid dan guru. Kalau gurunya juga tidak berliterasi, bagaimana dengan muridnya. Inilah keprihatinan saya, sehingga saya punya tekad untuk […]