Budaya berliterasi menjadi konsen kami di jurusan Animasi. Untuk menumbuhkan budaya tersebut, murid boleh membaca buku-buku fiksi ataupun buku cerita bergambar dengan harapan murid-murid menyenangi kegiatan tersebut terlebih dahulu. Di perpustakaan Jurusan Animasi SMK N 11 Semarang disediakan buku-buku cerita bergambar yaitu buku seri Jataka hasil dana dari Sayalaw Pannacari dari Jakarta.

Usai membaca, ada hal yang lebih penting pasca kegiatan literasi tersebut yakni mempresentasikan hasil literasinya di hadapan guru. Di saat jam produktif, saya menyempatkan diri untuk mendengarkan mereka menceritakan kembali. Bermacam-macam cara bercerita, ada yang lancar, ada pula yang sudah lancar dalam bercerita. Semua saya terima, karena itu bagian dari proses belajar.

Dari buku-buku Jataka yang dibacanya, setidaknya mereka mendapatkan cerita inspirasi dari kisah-kisah yang memberikan pesan moral yang berharga. Ada kisah tentang Bangau dan Kepiting yang menggambarkan tentang buah kamma dari sifat penipu, ada kisah raksasa Kallita yang akhirnya bisa mengakhiri permusuhan, ada kisah dua murid Maha Kasapa yang rajin dan pemalas, ada kisah tentang kelahiran Bodisatva yang menjadi raja dan akhirnya menjalani kehidupan pertapa dengan menjalankan metta, karuna, mudhita dan upekha, dan banyak kisah-kisah menarik yang akhirnya bisa diceritakan kembali oleh murid-murid animasi.
Yang terpenting bagi kami adalah terbiasa membaca dan berani menyampaikan hasil bacaannya. Semoga menjadi kegiatan yang terus konsisten dan dampak sampingnya adalah meneladani atau mengambil hal baik dari bacaan untuk diterapkan dalam kehidupannya.


