Semarang, 30 Juli 2024 – Sungkem pangabekti siswa-siswi kelas sepuluh (X) mengawali kegiatan proses pembelajaran di awal tahun ajaran baru 2024/2025. Sungkem pangabekti memiliki filosofi adi luhung dari budaya adat jawa, yang masih melekat sebagai warisan tradisi leluhur, filosofi ini menggambarakan bhakti seorang anak terhadap orangtuanya, guna mendapat doa restu dalam menjalani hidup. Mewarisi adat yang memiliki nilai yang tinggi, menjadi tradisi turun temurun yang ikut dilestarikan oleh SMK Negeri 11 Semarang, di tahun kedua ini tradisi sungkem pangabekti dilakasanakan setelah kegiatan (MPLS) Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah kelas sepuluh (X) usai. Tepat pukul 07.00 WIB bertempat di lapangan Wirya Khsetra prosesi sungkem pangabekti dihadiri oleh seluruh orang tua siswa kelas sepuluh (X). berlangsung selama dua hari pada tanggal 30 dan 31 Juli 2024.

Sungkem pangabekti hari pertama (1) dihadiri orang tua siswa kelas X dari jurusan konsentrasi keahlian DKV, dan pelaksanaan hari kedua (2) dihadiri orang tua siswa kelas X dari jurusan Animasi dan PPLG (Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim). Gladi bersih dilakasanakan seluruh siswa, di hari sebelumnya sebagai sarana persiapan acara. Tiba pada hari pelaksanaan diawali dengan berdoa dan dibuka oleh Kepala SMK Negeri 11 Semarang, Bapak Drs. Luluk Wibowo, S.ST., M.T. Dalam sambutannya, kepala sekolah mengucapkan selamat kepada orang tua wali murid atas telah diterimanya putra-putri mereka resmi menjadi siswa-siswi SMK Negeri 11 Semarang. Tidak hanya ucapan selamat kepala sekolah juga menyampakain beberapa hal, yang berkaitan dengan aturan, regulasi, sistem PPDB yang sudah terlaksana sebagai wawasan dan informasi kepada orang tua siswa baru. Tidak lupa, kepala sekolah memperkenalkan seluruh tim menejemen sekolah serta semua wali kelas kelas sepuluh (X) dari empat (4) konsentrasi keahlian yang akan mendampingi para siswa dalam menimba ilmu di SMK Negeri 11 Semarang.

Keharuan dan kesakralan prosesi tampak terasa dirasakan oleh seluruh orangtua siswa kelas sepuluh (X) mana kala dimulainya tradisi sungkem pangabekti. Berjajar rapi para orang tua murid duduk dikursi yang telah disiapkan oleh putra-putrinya sendiri, duduk bersimpuh para siswa mulai menunjukkan rasa bhaktinya sebagai seorang anak. Mencuci kedua kaki sang ibu atau ayah dengan penuh rasa ikhlas membersihkan dan menyeka kedua kaki orang tua yang telah merawat mereka sedari kecil hingga kini. Keharuan makin terasa tatkala linangan air mata jatuh diperaduan wajah para orang tua dan siswa, sembari memohon doa restu kepada orang tua. Cinta kasih tergambar jelas manakala para orang tua mengelus rambut dan pundak putra putra-putri mereka, bisikan lembut dalam pelukan ayah, ibu terangkai doa yang mengangkasa untuk segala cita dan kebaikan sang putra-putri. Hari ini di bawah langit SMK Negeri 11 Semarang tercipta pemandangan yang elok, wujud bakti sang buah hati kepada orang tua yang tanpa jasa, menjaga, menyayangi, berkorban untuk putra dan putri tercinta.





