Studi Tiru SMK Negeri 12 Surabaya di SMK Negeri 11 Semarang

SMK Negeri 11 Semarang berbangga mendapat kunjungan dari SMK Negeri 12 Surabaya dalam rangka studi tiru. Pada dasarnya studi tiru merupakan konsep belajar yang dilakukan pada suatu institusi yang dianggap lebih kompeten dalam suatu hal. Adapun maksud dari kegiatan ini sebagai salah satu cara untuk peningkatan mutu, perluasan usaha, perbaikan sistem, penentuan kebijakan baru, yang muaranya untuk suatu perbaikan dan perubahan yang lebih baik.  Adapun manfaat lain dari studi tiru sebagai sarana terjalinnya sinergisitas sehingga dapat membangun kerja sama antara masing-masing lembaga pelaksana studi tiru.

Senin, 29 Juli 2024 – SMK Negeri 11 Semarang, menerima 30 peserta  dari SMK Negeri 12 Surabaya dalam rangka studi tiru, yang terdiri dari Kepala Sekolah, wakil kepala sekolah masing masing bidang dan terdapat beberapa guru produktif. Bertempat di ruang Mini Teater SMK Negeri 11 Semarang dengan mengusung tema “Dinamika Perkembangan Industri dan Pembelajaran Teaching Factory (TeFa) Untuk Menjadi Sebuah Pendekatan Inovatif bagi sekolah Vokasi”. Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari Drs. Luluk Wibowo, S.ST., M.T. selaku Kepala Sekolah SMK Negeri 11 Semarang, dalam sambutannya Bapak Luluk sebutan keseharian beliau, mengucapkan selamat datang dan sangat berbangga SMKN 11 Semarang dijadikan salah satu rujukan studi tiru bagi SMKN 12 Surabaya. Menyambung pernyataan dari Bapak Luluk, Kepala SMKN 12 Surabaya Bapak Drs. Cone Kustarto Arifin dalam sambutannya turut mengucapkan terimakasih atas diterimanya kedatangan mereka, “besar harapan kami, kami mendapat banyak ilmu, wawasan, informasi tentang (TeFa) khususnya sehingga kedepannya dapat meningkatkan standar mutu di satuan pendidikan SMKN 12 Surabaya”, imbuhnya.

Rangkain kegiatan studi tiru yang dilaksanakan tepat pukul 08.00 WIB, diawali dengan ceremony pembukaan, observasi lapangan dan paparan materi dari narasumber bidang (TeFa). Observasi lapangan diikuti oleh seluruh peserta kegiatan. Para peserta didampingi oleh panitia melakukan  room tour diantaranya berkunjung ke ruang galeri DKV dan Teknik Grafika. Pada ruang Galeri DKV, para peseta menyaksikan hasil karya siswa dalam bentuk karya dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D). Antusiasme para pesrta bertambah ketika sampi pada unit produksi Teknik Grafika, para peserta kegiatan melihat proses desain hingga cetak secara langsung, dengan perlengkapan dan alat alat cetak yang dimiliki SMKN 11 Semarang. Setelah selesai kegiatan observasi lapangan, kegiatan dilajutkan dengan paparan dua (2) narasumber dari masing masing konsentrasi keahlian bidang (TeFa).

Paparan materi disampaikan oleh Bp. Hamrowi, S. Si, M.Kom selaku Ketua Konsentrasi Keahlian DKV. Materi yang disampaikan berkaitan tentang Teaching Factory Sosial Media Marketing (SMM). Dalam materinya Bp. Hamrowi menggaris bawahi bahwa tantangan besar jurusan DKV bagaimana menambahkan hard skill yang harus siswa miliki tidak hanya sebatas mendesain sebuah gambar atau vidio tetapi sampai kepada siswa diajarkan bagaimana melihat kebutuhan pasar, dengan menambahkan penguatan yakni siswa dapat menganalisis konten konten yang telah meraka buat dan diupload pada media Sosila. Teaching factory dari konsentrasi keahlian DKV dilakukan dengan cara melibatkan UMKM yang ada di wilayah Jawa Tengah untuk menyediakan jasa dalam pembuatan konten, pengunggahan hingga pengalisisan konten yang disertai dengan data hasil penjualan dari konten yang telah diunggah. Tidak kalah menariknya dengan narasumber pertama, Bp. Mahfud Syaefudin S. Pd. sebagai pemateri kedua (2) bidang TeFa Teknik Grafika beliau juga sekaligus sebagai kordinator USMAN. USMAN atau kerap disebut Usaha Mandiri disatuan pendidikan SMKN 11 Semarang meliputi dua (2) unit usaha diantaranya unit usaha desain dan percetakan, unit usaha kedua yakni kewira usahaan. USMAN  berlandaskan dasar hukum yang jelas,  tertulis pada SK Provinsi per 1 Juli 2023. Hal ini menumbuhkan kepercayaan para konsumen baik perorangan maupun skala industri, adapun jasa yang ditawarkan berupa jasa design dan cetak packaging. Sejak berdirinya USMAN yang dikelola sendiri oleh pihak sekolah, sedikit banyak dapat dijadikan pemasukan untuk kas sekolah, dengan sistem keungan yang juga dikelola sendiri oleh sekolah di bawah pengawasan BPKAD dalam bentuk laporan pada tiap semester.

Antusiasme tampak dari para peserta kegiatan dengan dibukanya ruang diskusi di tengah-tengah pemaparan materi dari masing-masing narasumber. Berjalannya komunikasi dua arah yang apik dan dinamis, antara pemateri dan para peserta menjadi bukti bahwa kegiatan yang mereka ikuti membawa dampak positif, sebagai hal baru yang mungkin dapat dijadikan acuan atau contoh untuk diterapkan di satuan pendidikan mereka. Besar harapannya dari kegiatan studi tiru yang sudah terlaksana dari awal hingga akhir, akan membawa perubahan positif sebagai bentuk penjaminan mutu sekolah dalam bidang Teaching Factory (TeFa).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post

Realisasi Penggunaan Dana BOSP Tahap 1 Tahun 2025 SMK Negeri 11 Semarang

Semarang, Oktober 2025 — SMK Negeri 11 Semarang telah melaksanakan realisasi penggunaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahap 1 Tahun 2025 secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Program BOSP merupakan dukungan pemerintah untuk membantu penyelenggaraan kegiatan operasional satuan pendidikan, baik dalam aspek pembelajaran, administrasi, maupun peningkatan mutu layanan pendidikan. Pada tahap […]

Pelepasan Siswa Kelas XII Tahun Ajaran 2023/2024 SMK Negeri 11 Semarang

Rabu, 8 Mei 2024 telah dilaksanakan Apel Pelepasan Siswa Kelas XII SMK Negeri 11 Semarang Tahun Ajaran 2023/2024, acara Apel Pelepasan ini berjalan dengan lancar, khidmat dan diikuti sebanyak 561 siswa kelas XII dari kompetensi keahlian Animasi, Multimedia, Desain Grafika dan Produksi Grafika. Setelah melalui pendidikan selama 3 tahun, akhirnya siswa Kelas XII SMK Negeri […]

Guru SMK Negeri 11 Semarang Lolos Beasiswa Microcredential CS50X Indonesia – Harvard University “Digital Skill For Teachers”

Program beasiswa microcredential program CS50x Indonesia – Harvard University, Digital Skill bagi guru merupakan Program kerjasama antara Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbudristek dengan Harvard University dengan dukungan LPDP dalam pemberdayaan digital skill bagi guru untuk mengikuti kelas daring CS50x dari Harvard University. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan mengajar Informatika bagi Guru […]