Surat untuk Guruku: Refleksi Siswa SMK N 11 Semarang di Hari Guru Nasional

GSM

Seorang yang membimbing, mengajarkan, sedang berulang tahun hari ini. Bertahun–tahun waktu dihabiskan untuk berguru materi pembelajaran yang asing bagi kami, belajar, belajar, dan belajar. Tuntutan untuk mengerti dan memahami materi yang sulit diterima, menjadi kendala besar bagi kami. Namun, atas bimbingan dari guru pengajar menjadi titik keluar dalam kerumitan pikiran yang sulit dilepaskan.

Canda tawa yang selalu diusahakan adanya di setiap pembelajaran, membuat kami semakin merasa aman, nyaman di sekelilingnya. Waktu yang teru habis untuk membimbing para murid, ikhlas diberinya. Beliau juga belajar, mencoba mengerti perasaan seorang murid yang juga asing baginya.

Belajar banyak hal, begadang hingga larut malam, menekan pikiran untuk mengerti sebuah materi, semuanya demi mengajarkan hal baik kepada muridnya. Entah pengorbanan apa lagi yang dilakukannya, usaha mereka terkadang dianggap biasa, “namanya juga guru”.
Mereka tidak mengerti betapa besarnya dampak dari guru bagi seorang anak, tidak hanya sebuah formalitas saja yang mereka sampaikan kepada anak didik, belajar mengerti keadaan, mencari tujuan diri, belajar meningkatkan kesadaran diri, peran guru juga sangat penting disini. Entah tanpa adanya mereka kesenjangan pendidikan di negara kita akan seburuk apa.
Hadirnya bukan lagi sebagai orang biasa, namun sudah menjadi pahlawan yang berjasa bagi masa depan negara. Saya sebagai pelajar mengucapkan selamat hari guru, terimakasih atas jasa dan ilmu yang disalurkan kepada kami.

Tulisan tersebut sebuah refleksi dari seorang siswa kelas X animasi SMK Negeri 11 Semarang bernama Giwang Dinar Rahajeng di hari guru, 22 November 2022.  Sebuah refleksi tentang ungkapan terima kasih kepada guru yang telah berjasa mendidiknya hingga saat ini. Dari sudut pandang saya, refleksi Giwang ini juga memberikan pesan moral bahwa itulah yang diinginkan anak tentang pendidikan. Hadirnya guru sebagai pendidik, yang mampu membawa pada kesadaran diri anak didiknya.

Refleksi Giwang ini merupakan salah satu tantangan yang diberikan untuk menuliskan surat untuk guru dalam rangka memperingati hari guru.

“Selamat malam anak anakku. Dalam rangka memperingati hari Guru, tgl 25 November 2022, maka kalian diberi tantangan untuk membuat tulisan untuk guru favoritmu, boleh guru SD,SMP ataupun SMK. Berilah alasan mengapa guru tersebut favorit”, ungkap saya melalui whatsapp group. Banyak dan beragam cara yang dilakukan siswa untuk mengungkapkannya. Mayoritas siswa membuat tulisan dan disertai foto guru tersebut. Memberikan tantangan kepada siswa untuk menulis surat untuk gurunya merupakan bagian dari pengembangan social emotional pada diri siswa. Olah rasa ini  merupakan bagian dari proses menghaluskan rasa. Semoga di hari guru ini, kita kembali ke titik awal, menjadi guru bukan sekedar pengajar namun sebagai pendidik yang bermartabat. Dirgahayu Guru Indonesia. (Penulis: Diyarko & Giwang, SMK N 11 Semarang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post

Rani: Mentor Ilustrator yang Seru

Rani Cahaya, siswa kelas X Animasi SMK Negeri 11 Semarang yang memiliki cita-cita menjadi Dosen dan sekaligus wirausaha di bidang ekonomi kreatif merasa bahagia ketika menjadi mentor bagi teman-temannya. Gadis cantik kelahiran Semarang, tahun 2007 yang tinggal di daerah Kelud Raya Kota Semarang, merupakan putri dari Bapak Ramadhono dan Ibu Nikmah mulai tanggal 27 Juli […]

SMK Negeri 11 Semarang Berqurban – Implementasi Social Emotional Learning (SEL) – Empati, Teliti, Gotong Royong, Menyenangkan

Empati merupakan kemampuan seseorang untuk merasakan emosi yang dialami orang lain. Berqurban di hari raya Idul Adha merupakan momentum peningkatan kepedulian sosial. Berbagi daging qurban adalah wujud membahagiakan umat manusia yang masuk golongan fakir miskin, yatim piatu, dan anak-anak terlantar. Senin, 11 Juli 2022 SMK Negeri 11 Semarang menyelenggarakan Penyembelihan Hewan Qurban. Tepat pukul 07.00 WIB […]

“Siapakah Aku”, Challenge Mengenali Diri, Mengasah Sketsa dan Menulis Cerita

Tulisan tersebut merupakan karya Giwang siswa kelas X Animasi SMK N 11 Semarang  dalam menyelesaikan Challenge “Siapakah Aku”. Challenge ini bertujuan agar peserta didik memahami siapakah dirinya, potensi dan kelebihan apa yang perlu dikembangkan, hal-hal apa yang perlu diperbaiki untuk meraih impian besarnya. Harapan selanjutnya adalah mampu membuat perencanaan dan berani mengambil keputusan. Kompetensi ini […]