Belajar Mencari Dolar

Gambar di samping merupakan hasil goresan pensil dari siswa kelas X Animasi SMK N 11 Semarang yang bernama Bahtera. Karya tersebut merupakan karya bebas yang dikirim ke instagram. Membuat karya bebas merupakan bagian dari pembelajaran berdiferensiasi karena setiap anak didik akan membuat karya yang berbeda-beda sesuai dengan passion dan talentanya masing-maisng. Membuat karya bebas ini bagian dari proses pembelajaran yang memerdekakan anak didik, sehingga potensi yang dimilikinya dapat berkembang dengan baik. Karya bebas ini tidak hanya sekedar karya sesuai keinginan anak didik, namun dapat berupa karya pesanan orang lain ketika anak didik tersebut sudah membuka usaha sendiri. Bahtera merupakan salah satu siswa kelas X yang sudah membuka usaha jasa pembuatan gambar wajah dan karikatur. Sambil sekolah, Bahtera menerima pesanan orang lain yang membutuhkan jasanya. Awalnya ia ragu-ragu apakah karyanya ini diperbolehkan untuk mengganti karya bebas yang dapat dinilaikan sebagai bagian dari tantangan di sekolah. “Pak, saya mau tanya kawau yang wajah orang (pesanan) apakah juga boleh dimasukkan di IG dan dikirim linknya ke group?”, tanya Bahtera melalui Whatsappnya. “Boleh, itu bagian dari portofolio dan dicantumkan harganya ya”, jawab saya memberikan respon. “Oke Pak terima kasih”, jawab Bahtera.

Di instagram tersebut ia menuliskan harga karya itu mencapai $30 US, itu artinya satu karya tersebut dihargai sekitar Rp 458.000. harga yang lumayan mahal untuk anak didik yang masih berada di kelas X. Dari laporan ini selanjutnya saya pantik untuk melebarkan pangsa pasarnya dengan membuka market place secara internasional. Dari pantikan tersebut akhirnya ia belajar membuka market place seperti fiver.  Tidak hanya Bahtera yang sudah berani membuka comision seperti Rani Cahaya, Andyanti, Kinanti dan lainnya.  Rani Cahaya mampu mengerjakan pesanan 3 karya setiap minggunya dengan harga per karya sekitar Rp 25.000.  Penghasilan Kinanti dari membuka usaha jasa pembuatan gambar secara digital hingga mencapai  $100 atau sekitar Rp 1.500.000 per bulanya.  Andyanti mampu membuat karya dengan harga Rp 70.000 setiap karyanya.  Setiap bulannya ia sering mendapatkan order antara 1-3 karya.

Bukan sekedar mendapatkan uang ketika mengerjakan karya-karya tersebut, namun mereka lebih banyak belajar bagaimana melayani pelanggan, belajar bagaimana menyesuaikan keinginan pelanggan. Softskill ini hanya diperoleh ketika mereka benar-benar mengerjakan project riil. Semoga akan muncul siswa-siswa lainnya di kelas X ini  yang belajar mencari dolar.

Penulis : Diyarko

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post

Wayang Beling Narasikan Pembelajaran Diferensiasi

Jumat,25 November 2022, bertepatan dengan hari guru nasional, SMK 11 Semarang mendapatkan kesempatan mengisi kegiatan Cabdin 1 seneng bareng. Selepas melaksanakan upacara bendera, para guru dan karyawan berkumpul di ruang mini teater untuk menyaksikan sebuah tayangan drama teater, yang sudah disiapkan SMK 11 Semarang untuk memeriahkan kegiatan Cabdin 1 Seneng Bareng.Kegiatan ini berlangsung melalui via […]

Membangun Value Kelas

Kegiatan awal masuk sekolah akan memiliki arti yang mendalam bagi anak didi kita manakala kegiatan di kelas bukan sekedar memberikan materi namun memberikan makna yang positif bagi anak-anak didik kita. Nilai-nilai atau value perlu kita tanamkan terlebih dahulu dan menjadi nilai bersama yang disepakati di kelas. Pagi ini, 14 Juli 2022 saya masuk kelas XI […]

Sharing Bersama SMK Tarcisius di Jurusan Animasi SMK N 11 Semarang

Jumat, 2 September 2022, Jurusan Animasi SMK N 11 Semarang dikunjungi oleh beberapa guru dari SMK Tarcisius Semarang.  Kunjungan tersebut dalam rangka studi banding sebagai penjajagan awal untuk membuka jurusan baru di sekolah tersebut. Setelah diterima oleh kepala sekolah beserta wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan bidang hubungan masyarakat, tamu tersebut diajak untuk mengunjungi  ruang […]