SMK N 11 Semarang Kerjakan Film Animasi Cerita Rakyat dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Animasi SMK Negeri 11 Semarang, kali ketiga dipercaya oleh Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbudristek untuk memproduksi film animasi cerita rakyat.  Di tahun-tahun sebelumnya, Tim Animax SMK Negeri 11 Semarang pernah menjadi finalis dan juara ke-3 tingkat nasional dengan judul “Legenda Baru Klinthing”.

Di tahun 2022 ini, modelnya sudah berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sekarang sudah tidak lagi menyelenggarakan lomba, namun memiliki semangat berkolaborasi.  Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbudristek Republik Indonesia berkolaborasi dengan Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI) menyelenggarakan kegiatan berupa pembuatan 32 Produk Pemodernan Sastra – Film Animasi.  Animasi SMK Negeri 11 Semarang kembali dipercaya untuk ikut andil dalam pembuatan film tersebut bersama dengan SMK lainnnya se Indonesia yang konsen pada bidang animasi.  Animasi SMK Negeri 11 Semarang mendapat project untuk membuat film dengan judul “Amarah Krakatau”.

Pihak Kemdikbudristek melalui Badan Pengembangan Bahasa dan Sastra menyusun petunjuk teknis dan technical brief produk pemodernan sastra berupa film animasi, sedangkan pihak SMK melaksanakan produksi film animasi yang bersumber dari cerita rakyat sesuai dengan petunjuk teknis dan technical brief yang diberikan sesuai dengan linimasa yang telah disusun. Pelaksanaan pembuatan film ini dilakukan dari 15 Juni 2022 dan direncanakan akan selesai 15 Desember 2022. Semua pembiayaan dibebankan kepada Pihak Kesatu/Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra sesuai dengan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Nomor: SP DIPA- 023.13.1.419007/2022 tanggal 13 Mei 2022, DS:3565-5144-6327-5482.  Setiap anggota yang terlibat akan mendapatkan honorarium pembuatan.

Tim Animasi SMK Negeri 11 Semarang adalah siswa kelas XII Animasi yakni Abraham Seta Pratama, M. NaviisMuzakki, Maheswari Shafa Helga, Norma Aulia Rahma, Revananda Zahra Kautsar, Novelia  Eka Wahyuning Putri, Pienandito Wardanu, Leo Pascalis Reyvaldo, Sava Umarsaputra dan Roy Ferdiansyah yang dipimpin langsung oleh Ronald Justice, S.Sn., M.Ars dengan pembimbing Istoro Waluyo, S.Pd. Setiap harinya menggunakan lab videografi untuk melakukan proses produksi. Proses produksi ini mendapatkan monitoring langsung dari pihak AINAKI melalui kegiatan zoom secara berkala dan setiap progressnya dilaporkan setiap hari. Tim ini merupakan kelas industri animasi SMK Negeri 11 Semarang yang bekerjasama dengan AINAKI.

Dampak dari kegiatan ini, selain  tim produksi memperoleh honor output kegiatan selama 6 bulan, kegiatan ini sebagai pemicu untuk menambah portofolio. Peserta didik memperoleh pengalaman praktik melalui produksi berbasis project secara langsung; mendapatkan sertifikat magang selama 6 bulan serta kerjasama produksi animasi berkelanjutan setiap tahunnya. Dampak lainnya diharapkan akan bermunculan kelas industri lainnya yang berkolaborasi dengan studio-studio animasi lainnya yang mengerjakan project secara nyata.

Penulis : Diyarko

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post

SMK Negeri 11 Semarang Gelar Upacara HUT RI Ke-77

SMK Negeri 11 Semarang menggelar upacara bendera memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77 pada hari Rabu (17/8). Upacara ini dilaksanakan di lapangan utama SMK Negeri 11 Semarang yang diikuti seluruh guru, karyawan, siswa, dan alumni. Drs. Luluk Wibowo, S.ST., M.T. yang bertindak sebagai inspektur upacara menyampaikan bahwa peringatan ulang tahun kemerdekaan ini kita jadikan […]

Pembuatan Video Clip: Bangkitkan Rasa Cinta terhadap Orang Tua

2 Comments / Edukasi / By Diyarko Membangun kesadaran diri siswa untuk memiliki rasa hormat dan berbakti kepada orang tua, jauh lebih penting daripada menjejali soal-soal yang endingnya hanya untuk mengejar nilai-nilai yang akan dipampang di sebuah dokumen penilaian yang disebut rapport. Nilai-nilai di atas kertas yang selama ini diberikan kepada siswa belum sepenuhnya mencerminkan karakter siswa itu sendiri. […]

Haruskah Praktik Kerja Lapangan di kelas XII SMK?

Sudah sejak lama Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan sekolah (SMK) dengan dunia usaha dan dunia industri untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik dalam menginternalisasi dan menerapkan keterampilan karakter dan budaya kerja (soft skills) serta menerapkan, meningkatkan, dan mengembangkan penguasaan kompetensi teknis (hard skills) sesuai dengan konsentrasi keahliannya dan kebutuhan dunia kerja, […]