Semarang – Dalam rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025-2026, SMK Negeri 11 Semarang menyelenggarakan kegiatan bakti sosial pada Kamis (24/7). Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian MPLS yang dirancang untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada para peserta didik baru. Tidak hanya berorientasi pada pengenalan lingkungan sekolah, MPLS di SMK Negeri 11 juga diarahkan untuk membentuk pribadi siswa yang peduli, empatik, dan bertanggung jawab secara sosial.

Bakti sosial kali ini mendapat sambutan antusias dari seluruh warga sekolah. Seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan turut berpartisipasi dalam penggalangan donasi yang berupa uang tunai serta sembako. Kegiatan ini menjadi momentum bagi seluruh komunitas sekolah untuk bersatu dan berbagi kepada sesama, menunjukkan semangat gotong royong yang masih hidup di lingkungan pendidikan. Bantuan yang berhasil dikumpulkan kemudian disalurkan kepada dua panti asuhan di Kota Semarang, yakni Panti Asuhan Mutiara Asmaul Husna dan Panti Asuhan Lima Roti Dua Ikan. Penyaluran donasi dilakukan secara langsung oleh perwakilan siswa baru, didampingi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Pembina OSIS. Kegiatan ini dirancang agar para siswa tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga terlibat aktif dalam aksi sosial yang nyata.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi merupakan bagian dari proses pembelajaran nilai kehidupan yang penting. “Melalui bakti sosial ini, kami berharap siswa bisa belajar tentang pentingnya berbagi dan peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pengalaman langsung seperti ini akan menjadi bekal berharga bagi para siswa dalam membentuk kepribadian yang berintegritas.

Dengan adanya kegiatan ini, SMK Negeri 11 Semarang berharap siswa baru dapat memahami bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga melalui interaksi sosial di masyarakat. Bakti sosial menjadi wahana efektif dalam menanamkan nilai empati, kepedulian, serta tanggung jawab sosial sejak dini. MPLS tahun ini pun menjadi lebih bermakna karena berhasil menggabungkan orientasi sekolah dengan aksi nyata yang berdampak positif bagi sesama.



