Bangkitkan UMKM melalui Sosial Media Marketing

Hari kedua dan ketiga, kegiatan Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema kebekerjaan yang dilakukan di SMK Negeri 11 Semarang semakin mengerucut dan semakin tajam yaitu menuju output ide dan gagasan serta realisasi social media marketing. Inilah yang dilakukan oleh seluruh siswa kelas X di SMK Negeri 11 Semarang dalam melaksanakan P5. Project ini pada umumnya berorientasi pada panen project daam bentuk ritual-ritual atau acara-acara yang bisa terlihat glamornya, namun konsep yang diusung dalam kegiatan P5 di SMK Negeri 11 Semarang justru bagaimana mengawal proses dan membangun value-value yang akan dimasukkan kepada sanubari siswa. Kegiatan P5 dengan tema keberkerjaan yang dibimbing oleh Pak Hamrowi beserta siswa-siswa yang sedang mengikuti kegiatan magang di DTC. Kegiatan P5 ini justru mendapatkan dukungan yang luar biasa dari para UMKM yang ada di kota Semarang dan sekitarnya. Mereka dengan rela berkunjung ke SMK N 11 Semarang untuk menyerahkan secara langsung produk-produk UMKM untuk dijadikan sampel dalam proses pembuatan periklanan yang akan di pasarkan melalui social media.

Di hari kedua dan ketiga ini, mereka membuat konsep periklanan, merealisasikan proses pembuatan iklan dan langsung diterapkan untuk dipublish di sosial media instagram.

Berbagai ide kreatif yang dilakukan oleh siswa untuk berlatih membuat iklan produk yang akan dipasarkan melalui social media. Usai mereka melakukan proses pembuatan iklan dan dipublish di instagram, maka sebagai bentuk pertanggungjawaban mereka untuk melaporkan kegiatan yang telah dilakukan, link intagramnya dikirimkan kepada para mentor. Kelihatan sederhana apa yang mereka lakukan, namun di balik itu ada effort yang besar dan benar-benar mereka lakukan. Tidak hanya mencurahkan ide-ide yang out of the box, mereka harus mampu merealisasikan pembuatan iklan dan tentu saja dibutuhkan kolaborasi yang baik di antara mereka. Setiap individu mereka mendapatkan tanggungjawab untuk menghasilkan iklan produk dari UMKM yang sudah bekerjasama dengan SMK Negeri 11 Semarang. Link-link hasil iklan yang dibuat siswa dimasukkan kedalam spreatsheet untuk terus dipantau seberapa banyak yang memberikan like, berapa viewernya sehingga menjadi pertimbangan untuk penilaian. Penilaian dari masyarakat justru menjadi point paling besar karena itulah sejatinya penilaian yang paling otentik untuk menilai efektivitas sosial media marketing. Pihak pengelola project dapat terus memantu perkembangan efektivitas hasil pembuatan iklan tersebut melalui link: 

Mereka juga harus belajar bagaimana mengedit video maupun foto untuk iklan yang sudah mereka rancang sebelumnya. Value-value kolaborasi, tanggungjawab, bermunculan ide-ide kreatif inilah yang kami tanamkan pada siswa melalui kegiatan P5, sehingga mereka dapat berpikir, merasakan dan melakukan. Olah pikir, olah rasa dan olah laku menjadi point penting untuk terus direalisasikan dari kegiatan project masal ini. (Penulis: Diyarko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post

SMK Negeri 11 Semarang Gelar Halal Bihalal “Grafika Syawalan” Idul Fitri 1446H

Semarang – Para guru dan tenaga kependidikan SMK Negeri 11 Semarang melaksanakan acara halal bihalal pada Selasa, 7 April 2025. Kegiatan ini digelar setelah sesi foto bersama yang berlangsung di lapangan Wirya Khsetra. Dengan mengusung tema “GRAFIKA SYAWALAN”, acara ini menjadi ajang untuk mempererat kebersamaan antar guru dan tenaga kependidikan dalam suasana penuh kehangatan pasca-Idulfitri. […]

How Modern Technology Shapes the iGaming Experience

How Modern Technology Shapes the iGaming Experience The iGaming industry qwee29122025 has evolved rapidly over the last decade, driven by innovations in software, regulation and player expectations. Operators now compete not only on game libraries and bonuses but on user interface quality, fairness, and mobile-first delivery. A sophisticated approach to product design and customer care […]

Efektivitas Siklus Belajar 5E terhadap Kemampuan Menyelesaikan Soal HOTS 

Oleh: Erna Suci Murniati A. Pendahuluan Rendahnya kemampuan menyelesaikan soal-soal Higher Order Thinking Skill (HOTS) di SMP Ibu Kartini menjadi permasalahan yang perlu ditingkatkan. Berdasarkan data raport pendidikan tahun 2022, menunjukkan bahwa rata-rata kompetensi menginterpretasi dan memahami isi teks sebesar 54,37, rata-rata kompetensi mengevaluasi dan merefleksikan isi teks 53,62. Menurut Nita Oktiva (https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/cara-membuat-soal-hots) menyatakan bahwa […]