Semarang — Siswa-siswi Katolik SMK Negeri 11 Semarang Khususnya kelas 10 kembali memperdalam spiritualitas masa Pra-Paskah melalui kegiatan Ibadah Bersama APP 3 yang dirangkaikan dengan Ibadah Jalan Salib. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 13 Maret 2026, bertempat di Ruang P 2.4, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Pertemuan ketiga dalam rangkaian Aksi Puasa Pembangunan (APP) tahun ini mengusung tema yang mendalam, yakni “Membangun Kepedulian melalui Penghayatan Sengsara Kristus.” Melalui tema ini, para siswa diajak untuk tidak hanya fokus pada pribadi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial terhadap sesama di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Meneladani Hati Yesus yang Terbuka
Ibadah diawali dengan permenungan Firman Tuhan yang diambil dari Injil Matius 19:13-15. Dalam firman tersebut, dikisahkan bagaimana Yesus memarahi para murid-Nya yang mencoba menghalang-halangi anak-anak untuk datang kepada-Nya. Yesus justru berkata:
“Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.”
Renungan ini menekankan bahwa setiap remaja Katolik memiliki tempat yang istimewa di hati Tuhan. Sifat polos, tulus, dan penuh ketergantungan pada Allah yang dimiliki anak-anak diharapkan mampu diadopsi oleh para siswa SMK Negeri 11 dalam bentuk kepedulian yang nyata. Menjadi peduli berarti mau membuka hati bagi mereka yang kecil, lemah, dan tersingkirkan, sebagaimana Yesus membuka tangan-Nya bagi anak-anak.
Jalan Salib: Perjalanan Cinta dan Pengorbanan
Setelah pendalaman APP, kegiatan dilanjutkan dengan ibadat Jalan Salib. Suasana ruang P 2.4 berubah menjadi hening dan khidmat saat para siswa merenungkan 14 perhentian sengsara Kristus.
Melalui visualisasi dan doa di setiap perhentian, para siswa diajak menyadari bahwa kepedulian sejati seringkali menuntut pengorbanan. Kristus telah memberikan teladan kepedulian tertinggi dengan memanggul salib demi menebus dosa manusia. Hal ini menjadi motivasi bagi para remaja untuk berani “keluar dari zona nyaman” dan membantu sesama tanpa pamrih.
Kegiatan rutin ini diharapkan mampu membentuk karakter siswa SMK Negeri 11 Semarang yang unggul secara akademis namun juga kaya akan empati. Dengan menghayati sengsara Kristus dan meneladani keterbukaan hati-Nya, remaja Katolik SMKN 11 siap menjadi saksi kasih di tengah tantangan zaman.
Penulis: Christina Martha Luturyali X Animasi 2

