Hal Kecil Bermakna

Indikator paling kecil sebuah kesadaran muncul pada diri murid adalah ketika murid mampu berempati tanpa diminta dan berdisiplin tanpa dipaksa. Kalimat itu mudah diucap, namun realisasinya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Butuh konsistensi untuk membangunkan kesadaran tersebut.

Hampir setiap pagi saya memberikan contoh menyapu dan mengepel Selasar gedung animax lantai 2. Hal ini semata-mata sebagai contoh bagi murid. Sengaja saya tidak melakukan perintah apapun terkait dengan budaya ini. Sebenarnya dapat saya lakukan, cukup dengan memerintah setiap kelas untuk membersihkan selasar tersebut, maka lantai akan bersih. Namun saya tidak melakukan itu, karena mereka akan membersihkan ketika ada perintah.

Usai membersihkan selasar hampir setiap pagi saya memimpin meditasi di Samadi sala dan sebelum meditasi meskipun hanya 2 menit sampai 5 menit saya memberikan nasehat nasehat pendek dan sharring tentang hal-hal kecil seperti bagaimana membangun kesadaran, bagaimana mengontrol kemarahan dan bagaimana dari hal paling kecil namun membangun kebermaknaan hidup. Intinya hidup harus bermanfaat, meskipun apa yang dilakukan adalah sederhana. Dari hal sederhana itulah maka akan bisa menjadi kompleks ketika dilakukan secara konsisten.

Dari contoh yang saya lakukan, saya menemukan satu emas yang berani konsisten. Rafa Anggara, murid kelas X Animasi ini setiap pagi dipastikan saya melihat datang paling pagi dan selalu menyapu lantai Selasar depan kelas yang akan ditempati. Setiap hari Rabu, ketika akan pembelajaran di gedung animax lantai 2, ia sudah datang pagi, ambil sapu dan menyapu Selasar hingga tangga.

Ketika saya melihat itu, saya pasti mengucapkan terima kasih dan memberikan acungan jempol dan setiap kali sebelum meditasi saya mengucapkan terima kasihnya di hadapan teman-temannya. Cara inilah yang bisa saya lakukan untuk memberikan penguatan atas apa yang dilakukan. Sederhana tapi bermanfaat. Menurut Amira Silla Carini, teman satu kelasnya, setiap kali ada sapu, ia pasti membersihkan. Penulis: Sasana Rakhita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post

6 Murid SMK Negeri 11 Semarang Magang di PT Rupa Raya,Anak Perusahaan Jepang di Bidang Aset 3D

Sebanyak 6 (enam) murid SMK Negeri 11 Semarang, terdiri dari lima putra dan satu putri, resmi mengikuti program magang di PT Rupa Raya Indonesia, sebuah anak perusahaan dari Jepang yang bergerak di bidang produksi aset 3D dan desain arsitektur perspektif. Program ini merupakan bagian dari Proyek Industri Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang diselenggarakan melalui kerja […]

Upacara Memperingati Hari Pramuka Ke-63 SMK Negeri 11 Semarang

Lahirnya Pramuka (Praja Muda Karana) di Indonesia turut menyulut berdirinya pergerakan nasional pada kala itu. Menilk pada sejarah kehadiran Gerakan Pramuka di Indonesia mendapat tempat penting di Indonesia hal ini bertolak pada ketetapan MPRS No. II/ MPRS/ 1960. Presiden Sukarno memberikan amanat kepada pimpinan pandu di Istana merdeka pada 9 Maret 1961. Amanat itu untuk […]

Sharing Knowledge dan Experience Magang Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim

Jumat, 25 Juli 2025 – Smart Classroom, Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG-GIM) mengadakan acara Sharing Knowledge dan Experience Magang yang berlangsung dengan sukses di ruang Smart Classroom. Acara ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan berbagi pengalaman kepada peserta didik mengenai pentingnya magang sebagai bagian dari persiapan karir di dunia professional, menyediakan platform bagi peserta […]