Setelah melalui serangkaian kegiatan Festival Bulan Bahasa. Dimulai dari kegiatan peminjaman buku di perpustakaan pada 17 Oktober 2025 yang akhirnya dilombakan untuk menulis ikhtisar buku pada tanggal 21 Oktober 2025. Kini pada 24 Oktober 2025 acara Talk Show dan Teras Sharing yang menjadi puncak Festival ini resmi dilaksanakan. Acara ini disusun sedemikian rupa demi menunjang minat dan niat baca warga SMK Negeri 11 Semarang.
Talk show mengusung Tema: Membaca & Self Therapy. Pak Diyarko, M.Pd turut berpartisipasi sebagai moderator pada Talk Show kali ini, bersama dengan Ibu Imroatul Azizah, S.Pd, M.Si dan Kak Yance Chan. Talkshow dihadiri oleh dua orang narasumber yang salah satu diantaranya merupakan seorang investor, business coach, juga CEO dan Co-Founder Renov Solution: Kak Yance Chan. Kemudian Ibu Imro’atul Azizah, S.Pd., M.Si (Kepala SMK Negeri 11 Semarang) juga turut menghadiri jalannya Talk Show pada pagi hari ini.
Self-therapy melalui literasi memiliki berbagai keunggulan. Dengan membaca dan menulis, seseorang dapat lebih mudah mengenali dan memahami emosinya sendiri. Aktivitas ini juga membantu meredakan stres serta memberi ketenangan pikiran. Menulis melatih kita untuk berpikir lebih jernih dan terstruktur saat menghadapi masalah. Selain itu, membaca kisah orang lain menumbuhkan empati dan membuat kita merasa tidak sendirian. Literasi juga menjadi kebiasaan sehat yang dapat menjadi media mencurahkan perasaan secara mandiri tanpa bergantung pada orang lain.
“Membaca buku-buku yang baik berarti memberi makanan rohani yang baik.” – Buya Hamka, Ulama dan Sastrawan Indonesia.
Dengan pembawa acara Khalila Aufarahma Maheswari dari XI DKV 1 dan Nathanael Benaya Septino XI DKV 1 yang memandu jalannya Festival Bulan Bahasa pada pagi hari ini. Acara ini dibuka dengan pagi literasi membaca buku, kemudian dirangkum ke dalam sebuah tulisan yang berisi poin-poin dari apa yang telah dibaca.
Audiens mengenakan baju batik disertai dengan bawahan rok dan celana pramuka yang memberi kesan anggun dan gagah. Bawahan yang dikenakan siswa & siswi ialah pramuka, hal itu secara tersirat memberi identitas jika kalau memang yang mengenakan masih berstatus anak sekolah. Pengadaan dress code ini juga sebagai bentuk menghargai dan melestarikan budaya di tengah kalangan anak muda yang lebih suka mengenakan pakaian gaya barat.
Dilanjutkan dengan story telling dari 3 pemenang lomba menulis rangkuman. Oleh para peraih juara yang diantaranya yaitu: Atthiya El Maula Nadifa X DKV 5, Hilal Mahdi X PPLG 1, dan Nazwa Aisha Devita X DKV 3. Sungguh suatu prestasi yang membanggakan di bidang literasi. Sebuah hal yang patut ditiru, baik bagi tenaga didik, siswa & siswi, bahkan khalayak umum sekalipun.
Dalam tengah acara Pak Diyarko, M.Pd membuka sesi sharing dengan Yance Chan. “Membaca itu melatih daya pikir, menekankan konsentrasi, kritis dalam tindakan, pengelolaan emosi, membenahi bahasa, juga melancarkan komunikasi maupun intonasi” ucap Yance Chan
Sampai di akhir acara, Festival Bulan Bahasa ditutup dengan pembagian hadiah untuk pemenang lomba dan siswa & siswi yang aktif bertanya dan menjawab sebagai bentuk menghargai. Sungguh meriahnya Festival Bulan Bahasa pada tahun ini. Melalui talk show yang baru saja terlaksana, Ibu Azizah jadi terinspirasi untuk mengadakan talk show rutin tiap 2 bulan sekali dengan narasumber berbeda tiap sesinya. (Penulis: Vania Salsabila)









