Semarang – SMK Negeri 11 Semarang berbangga menerima kunjungan dari SMK Kesatrian Purwokerto dan SMK Kesehatan Kesatrian 2 Purwokerto dalam rangka studi tiru atau kerap disebut Benchmark padaJumat (24/01/2025). Pada dasarnya Benchmark merupakan konsep belajar yang dilakukan pada suatu institusi yang dianggap lebih kompeten pada suatu bidang atau keahlian. Adapun maksud dari kegiatan ini sebagai salah satu cara untuk peningkatan mutu, perluasan usaha, perbaikan sistem, penentuan kebijakan baru, yang muaranya untuk suatu perbaikan dan perubahan yang lebih baik. Manfaat lain dari studi tiru sebagai sarana terjalinnya sinergisitas sehingga dapat membangun kerja sama antar lembaga pelaksana studi tiru. Drs. Luluk Wobowo, S.ST., M.T selaku Kepala SMKN 11 Semarang menyambut kedatangan rombongan dari SMK Kesatrian Purwokerto dan SMK Kesehatan 2 Purwokerto, sejumlah 85 peserta yang terdiri dari kepala sekokah dan para guru. Bertempat di Gedung A Lantai 2, dipandu dua pembawa acara dari siswa SMKN 11 Semarang yakni Nisrina Hasna Kamila, X PPLG 1 dan Siska Ayu Perdana, XII DKV 3 sebagai MC dan Chrismadesta Ruben Firmansyah XII GIM 4 sebagai dirigen lagu Indonesia Raya kegiatan berjalan dengan lancar.

Drs. Luluk Wibowo, S.ST., M.T. selaku Kepala Sekolah memberi sambutan sekaligus membuka kegiatan, suasana terasa hangat mana kala dalam sambutannya Bapak Luluk sebutan keseharian beliau, mengucapkan selamat datang dan sangat berbangga SMKN 11 Semarang dijadikan salah satu rujukan studi tiru/Benchmark bagi SMK Kesatrian Purwokerto. Dalam sambutannya Bapak Luluk juga memaparkan materi terkait Best Practice dalam pembelajaran yang berkaiatan langsung dengan konsentrasi keahlian di SMKN 11 Semarang. Menyambung pernyataan dari kepala SMK 11 Semarang, pada pidato sambutan Bp. Drs. Agung Budiyono, MM.Pd. selaku kepala SMK Kesatrian Purwokerto dan SMK Kesehatan 2 Purwokerto turut mengucapkan terimakasih atas diterimanya kedatangan mereka dengan baik, “Besar harapan kami, kami mendapat banyak ilmu, wawasan, informasi tentang Teaching Factory (TeFa) pada konsentrasi keahlian Teknik Grafika dan DKV, dimana jurusan Teknik Grafika adalah jurusan baru di sekolah kami, sehingga kedepannya harapannya dapat meningkatkan standar mutu di sekolah kami”, imbuhnya. Bapak Agung juga menyampaikan apresiasi terhadap sambutan yang sangat meriah dari para siswa SMKN 11 Semarang. Raut wajah bahagia terlihat mana kala seluruh rombongan disambut dengan lagu selamat datang dari siswa siswi SMKN 11 Semarang berbaris rapi menyambut kedatangan rombongan.

Rangkaian kegiatan studi tiru yang dilaksanakan tepat pukul 10.00 WIB, terlaksana dengan baik, seluruh rombongan mengikuti satu demi satu rangkaian kegiatan mulai dari seremoni, observasi lapangan dan paparan materi dari narasumber tentang Teaching Factory (TeFa). Observasi lapangan diikuti oleh seluruh peserta kegiatan. Para peserta didampingi oleh panitia melakukan room tour diantaranya berkunjung ke ruang Galeri, Bengkel DKV, Bengkel Teknik Grafika dan Bengkel Cetak Sablon. Pada ruang Galeri para peseta melihat pameran hasil karya siswa dalam bentuk karya dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D). Antusiasme para peserta bertambah ketika sampai pada unit produksi Teknik Grafika, para peserta kegiatan melihat proses desain hingga cetak offset secara langsung, melihat perlengkapan dan alat alat cetak yang dimiliki SMKN 11 Semarang dan berlanjut hingga Cetak Sablon.


Kegiatan dilanjutkan dengan paparan narasumber dari masing masing konsentrasi keahlian bidang (TeFa) pada konsentrasi keahlian Desain Komunikasi Visual dan Teknik Grafika. Paparan materi disampaikan oleh Bp. Hamrowi, S. Si, M.Kom selaku Ketua Konsentrasi Keahlian DKV, materi yang disampaikan terkait dengan Teaching Factory Sosial Media Marketing (SMM). Dalam materinya Bp. Hamrowi menggaris bawahi bahwa tantangan besar jurusan DKV bagaimana menambahkan hard skill yang harus siswa miliki tidak hanya sebatas mendesain sebuah gambar atau vidio tetapi sampai kepada siswa diajarkan bagaimana melihat kebutuhan pasar dengan menambahkan penguatan yakni siswa dapat menganalisis konten-konten yang telah mereka buat dan diupload pada media sosial hingga mencapai hasil dari target penjualan. Teaching Factory dari konsentrasi keahlian DKV dilakukan dengan cara melibatkan UMKM yang ada di wilayah Jawa Tengah untuk menyediakan jasa dalam pembuatan konten. Antusiasme tampak dari para peserta kegiatan dengan dibukanya ruang diskusi ditengah-tengah pemaparan materi dari narasumber. Berjalannya komunikasi dua arah yang apik dan dinamis, antara pemateri dan peserta menjadi bukti bahwa kegiatan yang mereka ikuti menggali keingin tahuan, sehingga membawa dampak positif dalam hal menambah wawasan atau hal baru yang mungkin dapat dijadikan acuan atau contoh untuk dikembangkan dan diterapkan di satuan pendidikan mereka. Besar harapannya dari kegiatan studi tiru yang sudah terlaksana, akan membawa perubahan positif sebagai bentuk peningkatan mutu sekolah dalam pembelajaran yang berbasis Teaching Factory (TeFa).

Penulis : Dessy Cahyaningrum, S.Pd.


