Pembekalan PKL di SMKN 11 Semarang dengan menghadirkan Alumni yang sukses di Industri

Senin, 8 Januari 2024, Bidang Kemitraan dan Hubungan Industri SMK Negeri 11 Semarang menyelenggarakan pembekalan materi kepada murid kelas XI yang akan mengikuti kegiatan magang. Kali ini saya mendapatkan kesempatan dari wakil kepala sekolah bidang kemitraan dan hubungan industri, Pak Darwito, S.Pd untuk menyampaikan motivasi terkait dengan disiplin dan etika.  Ada hal yang lain ketika saya menyampaikan materi ini, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Tadi malam saya sengaja berkomunikasi dengan salah satu murid yang sudah selesai mengikuti kegiatan magang di Animars Yogyakarta selama 6 bulan dan dinyatakan sukses. Kanza, murid kelas XI Animasi 2 pada awal masuk ke Animars, memiliki kemampuan menggambar yang saya pandang lebih rendah dibandingkan murid-murid lainnya yang sama-sama diterima di Animars. Namun, dengan berjalannya kegiatan magang, justru Kanza yang mendapatkan kesempatan menjadi leader untuk memimpin peserta magang, tidak hanya dari SMK Negeri 11 Semarang namun dari sekolah lain bahkan dari Perguruan Tinggi. Bukan perkara mudah untuk menjadi leader di Studio Animars tersebut, sehingga saya tertarik untuk berbagi pengalaman dengan peserta yang akan mengikuti magang.

Kegiatan motivasi saya awali dengan penyampaian tentang pentingnya komunikasi. “Komunikasi merupakan kompetensi yang paling utama yang dibutuhkan oleh perusahaan”, ungkap saya mengawali kegiatan motivasi tersebut. “Anak-anakku, setiap kali saya membimbing kegiatan magang, berkali-kali saya mendapatkan komplain dari industri, yang boleh saya ungkapkan bahwa murid-murid secara fisik tidak bisu dan tuli, namun ternyata tidak bisa ngomong”. Ungkapan dari industri tersebut merupakan tamparan bagi dunia pendidikan bahwa komunikasi harus dibangun dan menjadi kompetensi yang wajib dimiliki oleh murid. “Dalam komunikasi, kompetensi yang utama adalah kemampuan mendengarkan dengan mindfullnees”, ungkap saya selanjutnya. “Bagaimana sikap dan perilaku kalian yang seharusnya dilakukan di perusahaan, silahkan dengarkan baik-baik apa yang akan diceritakan oleh Kanza berdasarkan pengalamannya di Animars hingga dia ditunjuk menjadi leader”, ungkap saya selanjutnya.

Kanza mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pengalamannya menjadi leader selama di mengikuti magang Animars. Secara praktis, Kanza menyampaikan perlunya attitude dalam berbicara dan berperilaku, karena yang kita hadapi di industri adalah orang-orang yang sudah dewasa dan layak untuk dihormati. Secara sederhana, ketika kita sedang berbicara dengan orang yang dewasa, maka kita harus perhatian. Mata tidak bisa dibohongi. Ketika kita berbicara dan pikiran kita tidak fokus pada orang yang sedang mengajak kita berbicara, maka mata kita akan kelihatan tidak fokusnya. “Sederhana kata kuncinya yaitu perhatian. Ketika berbicara dengan siapapun, kuncinya adalah perhatian. Ketika keberadaan kita benar-benar hadir untuk mereka, maka pasti mereka akan perhatian terhadap kita”, ungkap Kanza.

Kanza juga bercerita tentang kondisi yang pasti akan dialami di industri, yaitu rasa lelah karena adanya tekanan pekerjaan. Oleh karena itu jangan mudah baper dan sedikit-sedikit update status di media masa. Belum tentu story whatsapp tersebut diterima dengan baik oleh pihak industri. Oleh karena itu mulai berlatih untuk tetap fokus, meskipun lelah tidak usah mengumbar di media sosial. Kanza juga menyampaikan tentang pentingnya komunikasi yang baik. Kita sebagai murid yang mengikuti magang, tidak boleh mengambil langkah yang melampaui guru pembimbing, mengambil keputusan secara serampangan. Kita punya guru yang menjembatani antara sekolah dan industri, sehingga ketika ada masalah yang bersifat urgent maka perlu berkomunikasi terlebih dahulu dengan guru pembimbing.

Terakhir, Kanza menyampaikan tentang pentingnya menjaga rahasia dari asset-asset digital yang dimiliki perusahaan. Meskipun asset digital tersebut hasil karya kita, namun posisi kita adalah bagian dari perusahaan atau industri. Sehingga jangan sekali-kali memposting karya yang dibuat di perusahaan tanpa seijin dari perusahaan. Ini adalah bagian dari etika yang harus kita lakukan, ungkap Kanza menutup materi yang disampaikan kepada murid kelas XI yang akan mengikuti kegiatan magang.

Inilah cara kami memberikan motivasi kepada peserta yang akan magang. Pembelakalan ini tidak hanya disampaikan guru, namun lebih bermakna ketika diberikan oleh murid yang sudah sukses mengikuti kegiatan magang. Selamat bagi murid-murid yang akan mengikuti magang, semoga sukses menjalankan kegiatan magang selama 6 bulan. Terima kasih Kanza yang telah sharring tentang pengalaman di tempat magang. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post

Apel Rutin Jurusan DKV SMK Negeri 11 Semarang

Semarang-Pada hari Kamis, 3 September 2026. Jurusan Desain Komunikasi Visual SMK Negeri 11 Semarang kembali mengadakan apel pagi. Kegiatan ini dicetuskan oleh Bapak Ketua Konsentrasi Keahlian DKV, yaitu Bapak Muchhamad Hamrowi, S. Si, M. Kom. Kegiatan ini terlaksana rutin setiap kamis dan sudah menjadi rutinitas bagi jurusan DKV itu sendiri. Kegiatan terlaksana di lapangan Harsa […]

Belajar Bertumbuh

Gambar ini adalah karya Syahlaa Ayu Sausan, murid kelas X Animasi yang mengikuti pelatihan bersama mentor dari alumni yaitu mas Iqbal. Karya ini tidak serta Merta langsung jadi, karena ada proses pembuatan yang berulang-ulang. Karya pertama masih flat, belum nampak ada volumenya. Mas Iqbal memberikan respon agar merevisi dengan memberi shading. Coba bandingkan karya pertama […]

SMK N 11 Semarang Latih Siswa tentang Sosial Media Marketing

Marketing merupakan salah satu bagian penting yang harus dilakukan oleh para pengusaha, termasuk UMKM. Di era digital ini, marketing melalui sosial media menjadi pilihan yang efektif karena pengguna instagram, tiktok di Indonesia masuk 10 besar di dunia. Hal ini menjadi peluang besar untuk pengelolaan sosial media marketing sebagai pekerjaan baru. Melihat peluang tersebut SMK N […]