Satu Hari Menjadi Karyawan: Challenge bagi Calon Ketua dan Wakil OSIS

โ€œBaru-baru ini, saya dipercaya untuk bekerja sebagai fotografer dan desainer grafis paruh waktu sebuah unit bisnis yang bergerak di bidang F&B (Food & Beverage) yang bernama GenZ Corp Untuk menyelesaikan challenge Ke-4 dari Pak Diyarko. Disini saya bertanggung jawab terhadap pengambilan, pengolahan gambar. Selama bekerja saya menambah wawasan dan pengalaman menjadi fotografer, memahami kemauan dari klien, bekerja dalam sebuah team, belajar memenuhi tenggat waktu, dll. Saya merasa bahwa jerih payah saya dihargai dan bermakna untuk orang lain, Sang pemilik usaha pun merasa terbantu dan puas terhadap hasil yang saya kerjakan. Pengalaman bekerja saya ini melatih saya untuk siap terjun di dunia kerjaโ€, ungkap Marshall selaku calon ketua dan wakil OSIS ketika mendeskripsikan pengalamannya melaksanakan tantangan keempat. Semua kandidat melaksanakan tantangan ini dengan baik. Corina memilih menjadi part time di sebuah kafe. Ia menjalani pekerjaan ini dengan seru.

โ€œSelamat Malam pak di, saya Corina Sansekar Anindita X DKV 8 sebagai kandidat pertama, akan melaporkan challenge terakhir yaitu mencoba melamar kerja dan mengambil part time di tempat itu. Saya melamar kerja di cafe kecil dekat rumah saya, awalnya memang canggung tapi ini benar-benar seru, saya menambah ilmu dan wawasan saya, maaf jika fotonya kurang jelas, karena saya malu kalau minta tolong mereka untuk fotoin saya, tapi saya beneran part time pak. Jujur ini seru sekali, kalau boleh saya mau lagi, tapi lain kali saja karena ini cukup melelahkan jugaโ€, ungkap Corina. Menurut Corina setelah melaksanakan tantangan keempat bisa mengambil hikmah bahwa โ€œBekerja itu gak segampang itu pak, seperti kamu harus ngelawan rasa males itu sendiri, tapi kalau seneng capeknya hilangโ€, ungkap Corina.

โ€œIni kegiatan saya saat sedang bekerja di angkringan. Saat itu saya menggoreng gorengan dan mencuci piring. Yang saya rasakan dari kegiatan ini: cukup melelahkan tapi saya juga senang karena saya bisa belajar bekerja. Hikmah yang bisa saya rasa bekerja itu tidak segampang yang dipikirkan, tapi kita harus tetap berusaha dan menjalankan pekerjaan itu dengan baik dan sepenuh hati supaya merasa pekerjaan itu menjadi menyenangkanโ€, ungkap Siska Ayu.

โ€œPada tanggal 18 Maret, 2023 saya dapat menyelesaikan challenge keempat dari Bapak Diyarko selaku Waka Kesiswaan SMKN 11 Semarang dengan bekerja sebagai Barista di suatu coffee shop yanga jaraknya tidak jauh dari rumah saya. Menjadi Barista merupakan salah satu profesi yang saat ini menjanjikan dan sangat dibutuhkan oleh cafe ataupun restaurant di Indonesia. Sekarang banyak sekali yang mendapatkan pekerjaan tetap dengan menjadi Barista karena gajinya juga cukup relatif. Tentu ini menjadi peluang yang sangat baik bagi kalian yang memang tertarik dan siap berkecimpung di dunia perkopian. Namun, menurut saya bekerja sebagai Barista itu tidak semudah yang kalian pikir. Jika kalian berpikir bahwa pekerjaan Barista itu sesimpel kala anda membuat kopi sachet di rumah yang cukup menaburkan bubuk kopi dalam cangkir lalu menyiramnya dengan air panas. Realitanya menjadi Barista tak sesimpel itu, Barista harus bisa mengoperasikan mesin pembuat kopi, belum lagi menghafal resep kopi yang rumit dengan kalibrasi yang akurat, apalagi untuk seni late. Terlepas dari hal itu saya merasa tertantang sekaligus gembira karena mampu berkecimpung di bidang perkopian ini. Berkat saya menjadi Barista saya dapat mengetahui bagaimana cara untuk mengoperasikan mesin kopi juga bisa melihat proses pembuatan kopi yang masih berbentuk biji kopi hingga menjadi bubuk kopi. Barista yang bekerja di coffee shop memiliki tanggung jawab yang tidak sekadar meracik kopi, tapi juga merawat alat pengolahan biji kopi sekaligus dapat berkomunikasi dengan pelanggan secara baik dan sopan. Hal tersebut semua saya dapatkan dengan bekerja di coffee shop ini dan tentunya menjadi pengalaman baru untuk saya. Dari sini saya mampu belajar menjadi pribadi yang lebih disiplin, profesional, dapat bertanggung jawabโ€, ungkap Chairala sebagai calon ketua dan wakil OSIS.

โ€œTanggal 19 Maret 2023 saya Melakukan challenge 4 dari Pak Diyarko, waka kesiswaan. Kegiatan challenge yang empat ini yang saya lakukan ialah yaitu bekerja paruh waktu di warung makanan di dekat rumahโ€, ungkap Savira mengawali laporan challenge keempat.

โ€˜Pertama yang saya lakukan ialah melamar pekerjaan dengan ibu pemilik warung untuk sehari. Saya di posisikan sebagai pencuci piring, di karenakan pelayan sudah ditempati. Butuh waktu untuk menerima posisi tersebut tetapi keberhasilan itu mulai dari nol dan saya pun menyanggupinya. Para pelanggan pun mulai berdatangan. Warung tersebut buka dari jam 8 pagi sampai jam 12 siang dan saya sudah stay dari jam 8 pagi. Memang pekerjaan ini tidaklah terlalu sulit, tetapi dengan hal itu saya bisa menghasilkan uang saya sendiri dengan jerih payah saya. Dengan challenge keempat ini saya dapat mengambil pelajaran yaitu tidak mudah dalam sebuah pekerjaan, meksipun saya melamar pekerjaan di warung tetapi saya rasa semua pekerjaan memiliki rasa capek yang sama.ini pengalaman pertama saya berkerja, jadi saya harus mengoptimalkan kinerja saya agar tidak melakukan kesalahan , sesekali saya mengeluh di karena banyak sekali piring kotor yang selalu berdatangan tetapi hal tersebut bukanlah hal yang harus saya keluhkan, saya harus memiliki passion agar kedepannya saya bisa bekerja dengan baik yang di mulai dari hal kecil hingga ke cita cita saya di masa depan , terimakasih saya dapat mengambil pelajaran banyak di challenge terakhir iniโ€, ungkap Savira.

โ€œHari Minggu, 19 Maret 2023 bertempat di Toko seragam Ibu Fatimah, Kauman, saya membantu melayani pembeli. Pembeli mencari seragam kebutuhan mereka. Dibutuhkan pelayanan yang baik mulai dari jenis baju, ukuran, kualitas yg diinginkan pelanggan. Dari hasil pengamatan, kesimpulan saya, pelanggan akan kembali lagi ke tempat kita jika pelayanan kita memuaskan. Yang harus dilakukan untuk membuat pelanggan suka belanja tersebut adalah jika kita menerapkan 3 S: senyum, sapa, siaga. Jika pelayanan kita baik, maka pelanggan akan kembali ke kita suatu saat nanti, dan dia akan menceritakan pengalaman baik tersebut ke orang lain sehingga semakin banyak pelanggan yang datang karena rekomendasi tersebutโ€, ungkap Muhammad Nabil usai melakukan challenge ke-4.

โ€œTanggal 19 Maret 2023 saya menyanggupi challenge ke 4 dari Bapak Diyarko selaku Waka Kesiswaan yaitu untuk melamar dan bekerja. Saya memutuskan untuk melamar di toko dekat rumah, saya bekerja sebagai penjaga toko. Pada saat awal bekerja saya harus menyesuaikan untuk bagaimana cara melayani pelanggan dan juga terbiasa dengan pengunjung, dan pada akhirnya saya terbiasa dengan melayani pengunjung. Saya pribadi sangat senang dengan pengalaman ini, apalagi ini pertama kali nya saya bekerja secara offline, saya harap saya bisa melakukan nya lagi di lain kesempatan. Saya belajar banyak dari pengalaman ini, seperti bagaimana untuk bersikap di depan pelanggan contoh nya seperti tersenyum dan bersikap ramah walaupun hanya sikap yang bisa dilakukan siapa saja sikap ini sangat penting saat kita melayani pelanggan, saya juga belajar untuk menghitung total produk yang dibeli pelanggan dengan teliti dan detailโ€, ungkap Hadasa.

Itulah salah satu tantangan yang diberikan sebagai calon ketua dan wakil OSIS di SMK Negeri 11 Semarang yaitu meskipun sehari harus bekerja sebagai karyawan. Mengapa hal ini saya berikan tantangan kepada mereka? Sebagai calon pemimpin harus berani berangkat dari awal sebagai karyawan. Mereka harus mampu berkomunikasi ketika melamar, ketika bekerja, mampu menjalani pekerjaan sebagai pelayan yang baik. Ketika menjadi pemimpin diawali dari bawah maka ketika memimpin tidak akan arogan, karena sudah mengalami menjadi bawahan. Ketika menjadi pemimpin bukan sebagai bos yang bisanya selalu menyuruh, namun akan menjadikan pemimpin yang mampu melayani dengan baik. (Penulis: Diyarko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post

Unjuk Kreativitas Murid dalam Grafika Festival

Peringatan hari ulang tahun SMK Negeri 11 Semarang yang lebih dikenal sebagai SMK Grafika dimeriahkan dengan kegiatan unjuk kreativitas murid. Peringatan ulang tahun yang dilaksanakan pada tanggal 27 Mei 2024 dengan panitia dari Pengurus OSIS Prayatna Maitri mengusung tema Abimantrana yang memiliki arti keberkahan. Beberapa bulan yang lalu, OSIS Prayatna Maitri sama sekali tidak memiliki […]

Ekstra Painting Latih Pembuatan Kanvas

Ekstra painting SMK Negeri 11 Semarang mulai aktif kembali di tahun 2023 ini. Aktifnya kegiatan ini diawali dari proses seleksi peserta yang akan mewakili SMK Negeri 11 Semarang untuk mengikuti lomba painting FLS2N tingkat cabdin I Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Dari seleksi tersebut ternyata setiap peserta memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga belum bisa ditentukan […]

MPLS : Wadah Pengenalan Ekosistem Menyenangkan di SMKN 11 Semarang

Memasuki Tahun Pelajaran 2022/2023, seluruh guru, karyawan, dan siswa SMK Negeri 11 Semarang melaksanakan kegiatan upacara bendera di lapangan utama. Kegiatan upacara ini sekaligus menjadi rangkaian kegiatan untuk pembukaan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa/siswi kelas X Desain Komunikasi Visual (DKV), kelas X Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG) dan kelas X Animasi […]