Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja di SMK N 11 Semarang

“Sekitar 35 tahun yang lalu, ketika bapak seusiamu masih remaja, hiburan yang bapak dapatkan paling banter dari TVRI, bahkan untuk melihat film di bioskop saja sulit. Artinya informasi yang didapatkan sangat terbatas dan itu jauh berbeda dengan saat ini. Cukup dengan android yang kalian pegang, kalian mendapatkan informasi dari mana saja. Dampak negatifnya, situs-situs pornografi mudah sekali kalian lihat. Meskipun sudah diblokir oleh pemerintah, dengan kecanggihan software tertentu, kalian tetap masih bisa mengakses. Situs-situs porno tersebut yang menjadi konsumsi, akan mempengaruhi perilaku kalian dan akan menghambat bahkan menghancurkan masa depan kalian. Maka dari itu, penyuluhan yang dilakukan oleh mbak-mbak  tenaga kesehatan yang profesional dari Puskesmas Padangsari ini pada hari ini merupakan kebutuhan bagi kalian, agar kalian lebih mengetahui lebih mendalam bagaimana kesehatan reproduksi remaja itu penting sehingga dapat membentengi dari perilaku-perilaku yang tidak baik. Selamat mengikuti penyuluhan dengan baik”. Itulah sebagian kecil sambutan dari Pak Drs. Luluk Wibowo, S.T., M.T ketika membuka kegiatan penyuluhan kesehatan reproduksi remaja pada hari ini, 9 Maret 2023 di gedung A lantai 2 SMK Negeri 11 Semarang. Sebagai pesertanya adalah seluruh siswa kelas X dan XI SMK Negeri 11 Semarang, sehingga dijadwalkan kegiata penyuluhan ini dilaksanakan pada tanggal 10, 11 dan 13 Maret 2023.  Kegiatan ini dihadiri tiga narasumber penyuluh dari Puskemas Padangsari yakni Maryam Alifia S.K.M, Atika Rakhmahayu, AMd dan Magdalena Wahyu AMd.

Menurut Julia Riska Saputri siswa kelas X Desain Komunikasi Visual setelah mengikuti kegiatan penyuluhan ini, merasa mendapatkan informasi yang berharga tentang kesehatan reproduksi, sehingga lebih berhati-hati dalam pergulan. Ia merasa senang dengan kegiatan penyuluhan ini, karena selama ini belum begitu mengerti tentang kesehatan reproduksi, dari penyuluhan ini ia menjadi tahu secara lebih mendalam.

Kegiatan penyuluhan ini berlangsung dengan baik, karena peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Berjalannya kegiatan penyuluhan ini tidak lepas dari para guru pembina UKS dan PMR, Bu Dwi Damayanti, S.Pd., M.Pd dan Bu Dian Fajarina, S.Pd serta dibantu oleh petugas PMR serta perwakilan dari organisasi siswa yang ada di SMK Negeri 11 Semarang. Kegiatan ini juga sebagai wadah membangun pondasi kolaborasi yang harus terus ditinggatkan. Semoga kegiatan penyuluhan kesehatan reproduksi remaja ini memberikan kebermanfaatan bagi siswa sehingga dapat bertindak secara bijak dalam pergaulan sehari-harinya demi masa depannya. (Penulis: Diyarko, M.Pd, SMK N 11 Semarang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post

Group Band SMK Negeri 11 Semarang Meraih Juara 3 dalam Kompetisi Band Pelajar di RRI Semarang Tahun 2022

Group Band SMK Negeri 11 Semarang berhasil kembali menorehkan prestasi dengan menjadi juara 3 dalam kompetisi band pelajar antar sekolah di Semarang. Kompetisi band pelajar ini diselenggarakan oleh RRI Semarang dalam rangkaian festival pelajar nasional dengan mengusung tema “Student Adventure 2022” pada tanggal 23 Oktober 2022. Dalam kompetisi band tersebut setiap Tim Band mengirimkan video […]

Organisasi Siswa SMK N 11 Semarang Ikuti Diklat Pembuatan Fleyer dan Konten Publikasi

Bersyukur dan bahagia hari ini, Kamis, 15 Juni 2023, bersamaan dengan kesibukan sekolah melayani pendaftaran peserta didik baru, bidang kesiswaan dapat menyelenggarakan pelatihan pembuatan fleyer dan konten publikasi. Pelatihan dihadiri oleh perwakilan dari seluruh organisasi siswa yang ada di SMK N 11 Semarang yaitu OSIS, PASUS, Paskibra, PMR, Pecinta Alam, Ambalan Pramuka, Paduan Suara / […]

Desain Ulang Logo OSIS SMK N 11 Semarang

Membangun budaya positif di sekolah dapat dilakukan berbagai cara dengan cara berlapis-lapis, seperti kulit bawang. Kulit terluar adalah bahasa simbolik, diikuti heroik, ritual dan bagian paling dalam adalah membangun value.  Value yang akan dibudayakan yang menjadi intinya tidak serta merta bisa langsung diimplementasikan, karena value tersebut bersifat abstrak. Agar value tersebut mudah diterima maka perlu […]