Biji Di Tanah Gersang yang Tersiram Hujan

Bahagia dan diiringi dengan bulu kuduk saya berdiri terasa merinding. Merinding ini bukan karena ketakutan namun ada perasaan haru ketika Ervindo, siswa kelas XII Produksi Grafika SMK Negeri 11 Semarang bisa tampil menari di hadapan bapak/ibu guru dalam acara purna tugas beberapa guru dan karyawan.

Ervindo, mengapa menjadi perhatian saya saat ini, karena anak ini diibaratkan sebutir biji yang berada di tanah gersang dan saat ini mendapat guyuran air hujan. Tidak ada yang tahu bahwa Ervindo memiliki bakat yang luar biasa dalam bidang menari, bahkan secara akademik sejak kelas X sering kali dipandang sebelah mata. Tugas tidak pernah dikerjakan, bahkan pernah tidak naik kelas. Justru bakat tersebut terlihat di kelas XII dimana waktu yang singkat karena sebentar lagi akan lulus. Kami tahu bakat ini ketika ada seleksi FLS2N dan Ervindo mendaftar dan mampu menampilkan karya tarian yang luar biasa. Sampai saat ini, Ervindo tetap mengikuti latihan bersama adik-adik kelasnya yang memiliki passion di bidang tari di bawah asuhan Bu Yenni. Sebagai bentuk penghargaan kami, Pak Luluk selaku kepala sekolah memberikan kesempatan untuk tampil dalam acara ini. Dari pengalaman inilah, kepala sekolah sampai mengundang para guru seni budaya, olahraga dan guru-guru lain yang terkait untuk melakukan pemetaan sejak dini, supaya pengalaman pahit ini tidak terulang. Jadilah hujan wahai para guru, agar mampu menyirami biji-bijian yang awalnya tidak terlihat sehingga bisa tumbuh, berkembang dan menghasilkan bunga yang beraneka warna menampakkan keindahannya. Jadilah hujan yang menyejukkan, jangan sampai disibukkan dengan menjejali muridnya dengan segudang materi yang kurang bermakna bagi anak didik kita. (Penulis: Diyarko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post

Hari Santri SMK N 11 Semarang: Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia

Di tengah hiruk pikuk kegiatan pembelajaran di sekolah, SMK Negeri 11 Semarang mengadakan lomba demi memperingati Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober 2025. Acara ini mengingatkan kita akan peran agama yang begitu mendalam dan berkontribusi besar demi memerdekakan negara Indonesia. Lomba ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh keluarga besar SMK Negeri 11 Semarang. Acara […]

Selamat Natal

“Selamat Natal untuk bapak/ibu guru dan teman-teman Kristiani di SMK Negeri 11Semarang”, ungkap Pradipta dan Nova sebagai pengurus kerohanian Buddha Widya Dharma SMK N 11 Semarang. Organisasi kerohanian Buddha ini terbentuk sebagai wadah berorganisasi bagi murid yang beragama Buddha untuk memperdalam pengetahuan dharma, sesuai namanya yakni Widya yang berarti pengetahuan dan dharma adalah ajaran Buddha. […]

Kerohanian Buddha SMK N 11 Semarang (Widya Dharma) sambut Kedatangan Sayadaw Myanmar

Semarang, 2 Desember 2025, dua murid anggota kerohanian Buddha SMK N 11 Semarang (Widya Dharma) menyambut kedatangan Sayadaw Myanmar di Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti di bukit Kassapa, Kelurahan Pudakpayung Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Sayadaw dari Myanmar bernama Bhante Dhammasara berkunjung ke Vihara Sima 2500 Buddhajayanti dalam rangka napak tilas perjuangan Gurunya yaitu Mahasi Sayadaw […]