Project Industri Animasi Kian Meningkat

Penerapan pembelajaran project industri di jurusan Animasi SMK Negeri 11 Semarang semakin hari semakin bertambah. Alternatif pembelajaran ini menjadi alternatif mendekatkan jurang pemisah antara dunia industri dan dunia persekolahan. Ada yang berbeda penerapan project industri yang diterapkan di jurusan Animasi SMK Negeri 11 Semarang dibandingkan dengan yang lainnya yaitu terletak pada tempatnya. Umumnya project industri itu siswa mengerjakan pekerjaan-pekerjaan industri di sekolah, namun untuk jurusan Animasi ini siswa melaksanakan pekerjaan-pekerjaan industri di tempat industri atau studio yang memberikan pekerjaan tersebut. Apakah ini sama dengan magang? Tentu tidak. Siswa yang mengikuti magang selama 6 bulan, apabila kinerjanya bagus dan industri masih membutuhkan dan industri berani menggaji bulanan pada siswa tersebut, maka kerjasama inilah yang disebut dengan project industri versi jurusan animasi SMK Negeri 11 Semarang.

Cikal bakal kegiatan project industri ini dilakukan di Brownbag Film Studio di Bali dengan peserta dua siswa yaitu Riquel dan Alvito yang sekarang kelas XII. Mereka berdua selama satu tahun mengerjakan pekerja-pekerjaan di studio tersebut dan mendapatkan gaji. Mereka lakukan setelah mengikuti kegiatan magang selama 6 bulan.  Mereka berdua akan berakhir di akhir Desember 2022 ini. Ada juga Zefanya Putri Manurung, yang mengikuti project Industri di Taman Media. Selanjutnya disusul Bintang Raysa yang mengikuti project industri di Pickolab selama 1 tahun dan sampai hari ini anak tersebut masih mengikuti kegiatan dan rencana berakhir bulan Juni tahun 2023. Berikutnya adalah Serenade dan Skolastika (kelas XI) yang mengikuti project riil di Rey Studio yang menyusul kakak kelasnya yaitu Ayudia. Pada semester kemarin Reynaldi dan Adhwa Nayla yang mengikuti project industri di Rans Studio milik Rafi Ahmad, bahkan sampai mengikuti ajang lomba dan menyabet juara 4 tingkat nasional lomba animasi politik. Rencana pada bulan Januari 2023 sampai Desember 2023, kedua anak tersebut akan pindah project industri di Pickolab. Menurut penuturannya orang tua Reynaldi, “Anak tersebut sudah disiapkan program untuk bisa memiliki studio sendiri bersama Adwa  dan Bintang yang akan menjadi rekanan dari Pickolab.  Alhamdulillah sempat diskusi dengan pemilik Pickolab dan sudah mengambil keputusan untuk kedepannya harus bagaimana”.

Hari ini saya merasa bahagia mendapat kabar dari pemilik Keitoto Studio. “O iya pak maaf mau tanya. Ini Sinar Tauladan progressnya bagus banget dan sudah membantu project Keitoto dari client California. Kalau misalnya setelah magang, Sinar saya tarik jadi tim tetap dengan gaji bulanan bisa ya pak? Mungkin bisa sembari sekolah juga tidak apa-apa”, ungkap Mas Malik melalui whatsapp. Sebuah berita yang menggembirakan bagi saya dan jurusan, karena project industri akan semakin banyak sebagai alternatif pembelajaran yang memberikan kemerdekaan bagi anak didik untuk mengembangkan passion dan talentanya. “Siap, sangat bisa, asalkan Sinar mau. Nanti akan saya usulkan surat ijin project industri”, jawab saya. Untuk progress teman-teman lain seperti Dustin, Alpa, Yosa, dan Reza Alhamdulillah membaik semua. Teruntuk Reza dia baru sebulan magang sudah kami percayai mengerjakan project partneran bersama Sinar. Untuk Yosa dan Alpa, mereka masih berkembang, tapi progress dan kemauannya bagus banget”, lanjut Mas Malik memberikan laporan perkembangan anak-anak di studionya.

Bagi saya, berita ini sangat membahagiakan. Tidak muluk-muluk, ketika siswa sudah mampu mengerjakan project industri yang benar-benar riil, secara otomatis mereka akan mampu memecahkan permasalahan nyata, mampu berkolaborasi, mampu berkomunikasi, apalagi pesanan pekerjaan tersebut tidak hanya datangnya dari dalam negeri namun berasal dari luar negeri.

Untuk merealisasikan kegiatan project industri ini dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Kepala sekolah yang berani mengambil keputusan untuk memberikan perijinan kegiatan pembelajaran ini, merupakan suatu bentuk dukungan yang luar biasa. Guru-guru normatif adaptif, wali kelas  yang secara legowo memberikan izin anak-anak untuk mengikuti project industri merupakan bentuk penghargaan yang luar biasa bagi anak untuk mengembangkan passion dan talentanya masing-masing. Mungkin inilah, pengejawantahan dari kurikulum merdeka? Hanya bapak/ibu yang mampu memahaminya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post

Penilaian dari Studio Lebih Bermakna untuk Siswa

Karya di atas bukan foto, namun beberapa karya modeling 3D dari Sinar Tauladan siswa kelas XI Animasi yang saat ini sedang mengikuti project industri di Keitoto Studio. Seperti biasa, jalinan komunikasi dengan mas Malik, Founder Keitoto Studio terus saya perkuat. Melalui whatsapp saya berkomunikasi untuk menanyakan tentang perkembangan kompetensi siswa yang sedang mengikuti magang dan […]

Masuk 5 Besar Lomba Animasi Politik

“Assalamualikum Pak Diyarko, saya mau menginformasikan bahwa saya dan teman-teman yang magang di rans animasi memenangkan lomba animasi politik dan  masuk lima besar pak”, ungkap Reynaldi melalui pesan WhatsApp. Dalam pesan tersebut ia juga mengirimkan screenshoot informasi yang datang di emailnya. Dalam pesan ke emailnya diberitahukan bahwa mereka diundang ke Bandung mengikuti puncak acara awarding […]

Magang di Kelas X Semakin Bertambah

Minggu kemarin, sudah ada 6 siswa kelas X yang diterima magang di studio Keitoto berdasarkan portofolio pembuatan modeling 3D. Berita diterimanya siswa di studio tersebut sengaja saya share ke group orang tua maupun group siswa kelas X Animasi. Cara inilah yang bisa saya lakukan untuk memantik siswa yang lain agar menyusul mengirim portofolio ke tempat […]