
Jumat, 6 Februari 2026, di Cetya Widya Dharma SMK N 11 Semarang dilakukan kegiatan puja bakti dan Dhamma Waca. Meskipun hanya sendirian, Pradita Binda tetap melaksanakan puja bakti di depan altar Buddha Rupang. Ia bernamaskara, melantunkan parita suci vandana, Tisarana, Pancasila, Buddhanusati, Dhammanusati, Sanghanusati. Dilanjutkan dengan meditasi metta bavana selama 15 menit.
Usai meditasi, membaca dhammapada stansa 70 yang berupa syair dan cerita di balik syair tersebut. Di karenakan kamma buruk di kehidupan lampau ada seorang yang bernama Jambuka yang lahir dengan kebiasaan aneh, yaitu tidur tanpa lantai, makan kotorannya sendiri dan suka telanjang. Selama 55 tahun menjadi pertapa telanjang. Namun parani parami di masa lampaunya yang matang untuk ke buah arahanta, akhirnya Buddha mendatangi dan mengajarkan damma. Usai pembabaran damma, Jambuka mencapai buah ke arahantaan dan bergabung menjadi bhikku.
Setelah membaca buku dhammapada, ditutup dengan namaskara dan selesai sudah kegiatan Jumat Rohani untuk murid yang beragama Buddha.



