Upacara Bendera sebagai Objek Meditasi

Hari ini, Senin, 10 November 2025, diperingati hari Pahlawan. Upacara bendera diselenggarakan oleh sekolah. Namun apakah kita sudah melaksanakan upacara bendera dengan penuh perhatian? Mayoritas siswa belum mampu melaksanakan hal itu dengan perhatian penuh. Ketika tanggal 8 November 2025 saya belajar tentang meditasi satipatana, yaitu meditasi penuh perhatian pada objek nafas, dengan diawali belajar meditasi posisi berdiri, meditasi posisi berjalan dan posisi duduk, langsung saya praktikkan saat upacara bendera hari ini.
Hasilnya luar biasa, saya justru bisa memegang objek nafas dengan posisi berdiri dengan penuh perhatian, yang bisa berdiri tegak 60 menit dari awal sampai berakhirnya upacara. Sebuah moment yang membahagiakan, karena saat berdiripun saya bisa melaksanakan belajar meditasi perhatian penuh pada objek keluar masuknya nafas.
Dalam latihan ini saya menggunakan teknik penempelan. Ketika berdiri, batin saya mengikuti keluar masuknya nafas dengan berucap berdiri berdiri berdiri. Terus menerus. Saat posisi hormat pada bendera, batin saya berucap hormat hormat hormat. Saat aba-aba istirahat di tempat, maka saya menyadari bahwa posisi berganti istirahat dan penempelan terus dilakukan dengan berucap istirahat istirahat istirahat dengan batin tetap mengamati keluar masuknya nafas.
Upacara bendera yang sebelumnya saya tidak bisa mengikuti dengan perhatian penuh, setelah mengenal meditasi satipatana. Semoga hal sederhana ini bermanfaat untuk pembaca. Ini salah satu bentuk penerapan mindfullness. Dengan mengajarkan upacara sebagai objek meditasi, maka upacara akan berjalan hikmat, peserta upacara juga akan terlatih daya konsentrasi dan perhatian penuhnya. Selamat mencoba (penulis: Diyarko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post

Pembekalan PKL di SMKN 11 Semarang dengan menghadirkan Alumni yang sukses di Industri

Senin, 8 Januari 2024, Bidang Kemitraan dan Hubungan Industri SMK Negeri 11 Semarang menyelenggarakan pembekalan materi kepada murid kelas XI yang akan mengikuti kegiatan magang. Kali ini saya mendapatkan kesempatan dari wakil kepala sekolah bidang kemitraan dan hubungan industri, Pak Darwito, S.Pd untuk menyampaikan motivasi terkait dengan disiplin dan etika.  Ada hal yang lain ketika […]

Pustaka Waca: Pembiasaan Literasi Kompetensi Keahlian Animasi

Membaca buku merupakan pintu gerbang masuknya pengetahuan, namun untuk membiasakan murid membaca membutuhkan effort yang tinggi. Musuh terbesarnya adalah tsunami media sosial, sehingga murid tidak tahan untuk membaca dalam waktu lama. Mereka cenderung mengkonsumsi informasi-informasi yang pendek. Ketika murid-murid saya tawari untuk membaca buku-buku yang disediakan di perpustakaan jurusan animasi, ternyata mereka lebih memilih buku-buku […]