
Sebanyak 6 (enam) murid SMK Negeri 11 Semarang, terdiri dari lima putra dan satu putri, resmi mengikuti program magang di PT Rupa Raya Indonesia, sebuah anak perusahaan dari Jepang yang bergerak di bidang produksi aset 3D dan desain arsitektur perspektif. Program ini merupakan bagian dari Proyek Industri Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang diselenggarakan melalui kerja sama antara sekolah vokasi dan industri kreatif internasional.
Program magang ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha/dunia industri (DUDI), khususnya dalam bidang teknologi visual dan desain digital. PT Rupa Raya Indonesia sendiri merupakan bagian dari Marumori Company Co., Ltd., yang berbasis di Prefektur Fukuoka, Jepang. Perusahaan ini dikenal sebagai salah satu pionir dalam pengembangan aset 3D untuk arsitektur, interior, dan media interaktif.
Kegiatan seleksi magang telah dilaksanakan pada awal September 2025, dengan kunjungan langsung dari tim PT Rupa Raya ke lingkungan SMK Negeri 11 Semarang. Dalam kunjungan tersebut, pihak perusahaan menyampaikan visi dan misi program magang, serta memberikan gambaran tentang standar kerja profesional yang akan diterapkan selama masa internship. Para murid yang terpilih telah melalui serangkaian tahapan seleksi, mulai dari tes portofolio desain, wawancara, hingga simulasi kerja berbasis proyek.
Kepala Program Keahlian Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim SMK Negeri 11 Semarang, Bapak Abdullah Munif, menyampaikan bahwa partisipasi murid dalam program ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kompetensi kejuruan berbasis industri. “Kami sangat bangga enam murid kami bisa lolos dan diterima di PT Rupa Raya. Ini bukan hanya soal magang, tapi tentang membangun karakter kerja, etika profesional, dan kemampuan beradaptasi dengan standar global,” ujarnya.
Selama magang, para murid akan terlibat langsung dalam proses produksi aset 3D, mulai dari modeling, texturing, hingga rendering. Mereka juga akan belajar menggunakan perangkat lunak industri seperti Blender, SketchUp, dan Lumion, serta memahami alur kerja proyek arsitektur digital yang digunakan oleh klien internasional. Selain itu, murid juga akan dilatih dalam komunikasi profesional, manajemen waktu, dan presentasi hasil kerja secara daring kepada tim Jepang.

Salah satu murid yang terpilih, Happy Calysta XI GIM 1, menyampaikan antusiasmenya mengikuti program ini. “Saya merasa sangat beruntung bisa belajar langsung dari perusahaan yang punya standar internasional. Awalnya saya gugup, tapi setelah sesi orientasi, saya jadi lebih percaya diri. Saya ingin membuktikan bahwa perempuan juga bisa unggul di bidang teknologi visual,” ungkap Nadya.
Program magang ini dijadwalkan berlangsung selama enam bulan, dengan sistem kerja offline. Di akhir program, murid akan mempresentasikan proyek akhir berupa desain aset 3D arsitektur yang akan dinilai oleh tim kreatif PT Rupa Raya dan perwakilan dari Marumori Jepang. Hasil terbaik berpeluang untuk ditampilkan dalam galeri digital perusahaan dan digunakan dalam proyek nyata.
Dengan adanya program ini, SMK Negeri 11 Semarang semakin memperkuat posisinya sebagai sekolah vokasi unggulan yang mampu menjembatani pendidikan lokal dengan industri global. Diharapkan, pengalaman magang ini tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis murid, tetapi juga membentuk pola pikir bertumbuh, karakter kerja profesional, dan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja masa depan.



