SMK N 11 Semarang Juara 1 LKS Teknologi Desain Grafis

SMK Negeri 11 kembali merebut juara 1 LKS Bidang Lomba Graphic Design Technology Tingkat Kota Semarang yang dilaksanakan pada tanggal 1-2 Maret   2023 di SMK Negeri Semarang. Yogi Ferdinan A siswa kelas XI Desain Grafis SMK Negeri 11 Semarang memperoleh nilai 85,49, disusul  Radja Daffa R dari SMK Negeri 8 Semarang  memperoleh nilai 85,24 sebagai juaran II dan Azryl Putra A dari SMK Negeri 4 Semarang memperoleh  nilai 84,64.  Seluruh peserta sebanyak 7 siswa yang terdiri dari 2 siswa dari SMK Negeri 11 Semarang, 1 siswa dari SMK N 2 Semarang, 1 siswa dari SMK Islamic Center Semarang, 2 siswa dari SMK N 8 Semarang dan 1 siswa dari SMK Negeri 4 Semarang. 

Dalam kegiatan lomba ini, terdapat tiga juri, Drs. Dwi Budi Harto, M.Sn, Yohanes Suwarno, dan Gunawan Triwibowo, S.Sn. Untuk memperebutkan juara dalam lomba ini, para peserta harus menyelesaikan tiga buah modul. Modul pertama tentang brand guideline and brand printing yang harus diselesaikan dengan waktu 285 menit,  modul kedua tentang packaging redesign, packaging printing dan mock-up 3D atau packaging assembling dengan waktu 345 menit  sedangkan modul 3 tentang promotion and social media application, printing diselesaikan dengan waktu 240 menit. (Penulis: Diyarko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post

Spekta Grafika : Gelar Karya SMK N 11 Semarang

SMK Negeri 11 Semarang menggelar kegiatan Spekta Grafika pada hari Jumat, 19 Desember 2025, mulai pukul 08:00 WIB sampai pukul 10:30 WIB. Acara berlangsung di lapangan Wirya Khsetra dan diikuti oleh seluruh siswa SMKN 11 Semarang, acara ini mendapatkan berbagai sponsor mulai dari indocafe, krv, Universitas Semarang, MaxTea dan Indosat. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari […]

Gaungkan Penamaan Sanskerta di Bumi Grafika

Rasa bangga terhadap budaya nusantara perlu digaungkan. Bahasa sanskerta merupakan salah satu warisan budaya nusantara yang semakin hari semakin pudar. Bahkan tidak jarang orang-orang nusantara di masa kini sudah tidak mengenal bahasa tersebut. “Itu bahasa apa?”, itulah yang sering dilontarkan ketika melihat kosakata-kosakata yang dijadikan nama-nama suatu lembaga atau organisasi. Kita sepatutnya berbangga hati, ketika […]