Keseruan Merancang Project Based Learning

Meskipun lesehan, para guru normatif, adaptif dan produktif tetap semangat berkolaborasi merancang project based learning. Kegiatan tersebut dilaksanan dalam acara workshop perubahan mindset yang dilaksanakan pada tanggal 18-19 Agustus 2022. Salah satu bagian dari serangkaian kegiatan yang harus dilaksanakan oleh SMK Pusat Keunggulan. Di tahun 2022 ini, SMK Negeri 11 Semarang mendapatkan kepercayaan menjadi SMK Pusat Keunggulan sekaligus SMK Pemadanan.

Mengapa project based learning dengan kolaborasi antar mata pelajaran menjadi hal penting untuk dirancang dan direalisasikan? Para guru sadar setelah mengikuti kegiatan workshop tentang perubahan mindset dan dilanjutkan dengan pemaparan materi sosial emotional learning di hari sebelumnya tanggal 18 Agustus 2022.

Setelah saya beri pantikan dengan sebuah ilustrasi sebuah kartun seorang siswa yang terbebani oleh banyak pekerjaan rumah, para guru sepakat bahwa kolaborasi antar mata pelajaran menjadi alternatif solusi untuk meringankan beban tugas. Justru dari project kolaborasi ini, siswa akan menjadi lebih fokus dan mendalam. Ketika satu project dapat digunakan untuk penilaian dari banyak mata pelajaran, maka beban tugas akan terasa ringan jika dibandingkan setiap siswa mendapat tugas dari masing-masing mata pelajaran secara terpisah.

Usai merancang project based learning, masing-masing jurusan mempresentasikan hasil rancangannya. Dalam presentasi tersebut masing-masing jurusan memberikan penjelasan bagaimana salah satu project yang akan dilaksanakan, bagaimana prosedur pelaksanaan, bagaimana peran masing-masing mata pelajaran memberikan kontribusi dan mendukung project tersebut.

Istoro Waluyo, salah satu guru yang mewakili jurusan Animasi menjelaskan tentang project pembuatan sabun mandi, dengan mata pelajaran IPAS sebagai porosnya. Produk sabun yang akan dibuat merupakan project pada capaian pembelajaran zat dan perubahannya. Peran mata pelajaran dasar-dasar animasi adalah pembuatan bentuk sabun yang unik sehingga menjadi daya tarik bagi konsumen dengan pangsa pasar anak-anak. Desain pengemasan juga menjadi bagian dari kontribusi mata pelajaran dasar-dasar animasi dan informatika. Mata pelajaran informatika juga memberikan peran terhadap proses memasarkan di sosial media dan market place. Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris memberikan peran dalam proses pembuatan iklan, dan mendeskripsikan dalam proses pemasaran di media sosial. Project based learning diharapkan mampu memantik siswa untuk berwirausaha.

Kegiatan Workshop perubahan mindset bagi guru yang dilaksanakan di SMK Negeri 11 Semarang dengan materi mendidik dengan memanusiakan manusia, empat area perubahan untuk sekolah masa depan, social emotional learning dan project based learning dengan kolaborasi antar mata pelajaran mendapat respon positif dari para guru. Berikut hasil refleksi oleh Bu Alfiyah tentang kegiatan workshop.

Penulis : Diyarko

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post

Bahagianya Melebihi dapat Nilai Seratus

“Bahagianya melebihi dapat nilai seratus”, ungkap Bahtera siswa kelas X Animasi SMK N 11 Semarang setelah bertemu dengan Kasi SMK Cabang Dinas Wilayah I, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.  Pagi ini, Jumat, 30 September 2022, dapat bertemu langsung dengan Pak Andang, kasi SMK Cabang Dinas Wilayah I untuk menyerahkan hasil karya berupa karikatur […]

Belajar Memberikan Kebermanfaatan kepada Orang Lain

“Orang yang memberikan manfaat kepada orang lain, pasti pintar, pasti perasaannya lembut dan empatik, melihat kondisi sosial dan dia pasti punya kebahagiaan jiwanya karena dia ingin membahagiakan orang lain”, ungkap M. Nur Rizal selaku founder GSM dalam quote yang ditulis di akun media sosial Gerakan Sekolah Menyenangkan.  Ungkapan tersebut “nandhes” di hati dan terbesit sebuah […]

Semarak Pagelaran Tari Dadakan di SMK Negeri 11 Semarang

Lantunan musik jaipong terdengar keras menarik perhatian para siswa yang sedang menikmati waktu beristirahat, hari ini 16 November 2022 tepatnya di lapangan tengah SMK Negeri 11 Semarang, ramai dipenuhi siswa-siswi yang menggunakan pakaian menari. Kegiatan menari dengan penampilan yang menarik dan menunjukkan keluwesan ini merupakan praktik pada Pembelajaran Seni Budaya. Dengan bimbingan Bu Dama selaku […]