Curhatan Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus

Saya membaca status whatsapp dari salah satu orang tua siswa yang memiliki kebutuhan khusus yang memposting di Instagramnya yang berisi curahan hatinya bagaimana lika-liku pelayanan pendidikan bagi anaknya. Setiap warga negara Indonesia berhak mendapatkan pendidikan, termasuk anak yang memiliki kebutuhan khusus.  Meskipun Sekolah Menengah Atas Negeri atau Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Jawa Tengah diwajibkan menerima anak berkebutuhan khusus, namun banyak mindset para guru masih belum siap menerima mereka. Masih banyak guru yang memahami bahwa anak berkebutuhan khusus sekolahnya di SLB, padahal dengan dibukanya sekolah inklusi tersebut agar siswa yang berkebutuhan khusus akan mendapatkan pendidikan yang setara dengan yang lainnya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kemampuan guru dalam mendidik anak yang berkebutuhan khusus sangat dibutuhkan. Pengetahuan guru tentang anak berkebutuhan khusus dan bagaimana teknis dan pendekatan yang perlu dilakukan sangat diperlukan. Ini menjadi tanggungjawab kita sebagai guru untuk mencari pengetahuan tersebut, karena mereka adalah anak-anak kita. Ketika kita mampu memberikan pelayanan pendidikan dengan baik, justru inilah sebagai ladang yang subur untuk kita melakukan amal kebaikan.

“Namun akhirnya  kami pun mendapatkan SMK/SMA Negeri yang sangat ramah, memberikan kesempatan pada kami, mau menerima berkas-berkas kami dan memperlakukan kami setara dengan calon siswa jalur reguler”, ungkap salah satu orang tua ABK yang mendaftar di SMK negeri 11 Semarang. “Di SMK N 11 Semarang tergolong fast respon dan bagus pelayanannya. Tidak membeda-bedakan”, ungkap Pak Tetuko salah satu orang tua ABK yang diterima di SMK N 11 Semarang.

Sederhana yang kami lakukan yang terpenting adalah memberikan pelayanan dengan hati, ternyata memberikan dampak pada kepuasan masyarakat kepada sekolah kami. Ketika kita mau membuka hati dan pikiran secara positif yang dilandasi oleh rasa cinta kasih, maka vibrasi positif tersebut akan menyebar dan alam semestapun akan menjawabnya. Salah satunya adalah kepuasan masyarakat terhadap sekolah. Ibarat bunga, maka sekolah hendaknya menjadi bunga yang harum yang akan menarik lebah-lebah yang akan menghisap madunya. Semoga kita sebagai guru dapat menjadi bunga yang harum tersebut. Semoga kami mampu menjalankan amanah ini (Penulis: Diyarko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post

Pengukuhan Pengurus OSIS Periode 2022-2023 SMK Negeri 11 Semarang

Pelaksanaan Upacara Bendera hari Senin 29 Agustus 2022 di Lapangan Utama SMK Negeri 11 Semarang sekaligus serah terima jabatan dan pelantikan pengurus OSIS periode 2022-2023. Dalam upacara tersebut bertindak sebagai pembina upacara Drs. Luluk Wibowo, S.ST., M.T., selaku Kepala SMK Negeri 11 Semarang. Setelah pelaksanaan upacara tersebut dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus OSIS periode 2022-2023, pengurus […]

Apel Luar Biasa SMK Negeri 11 Semarang, Bersama Kapolsek Banyumanik

Semarang, 1 September 2025 – SMK Negeri 11 Semarang melaksanakan apel luar biasa pada Senin pagi dengan pembina apel Kapolsek Banyumanik, Kompol Hengky Prasetya, S.H., M.H. Apel ini diikuti oleh Kepala Sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, serta seluruh murid. Apel luar biasa berlangsung dengan tertib dan khidmat di lapangan Krida Khsetra. Dalam amanatnya, Kompol Hengky […]

Kaderisasi OSIS SMK N 11 Semarang

Ada yang menarik untuk dicermati Organisasi Siswa Intra Sekolah atau yang lebih dikenal dengan OSIS yang di SMA dan di SMK. Apa yang membedakan? Dari isinya, struktur organisasinya, bahkan kegiatannya relatif sama. Yang menjadi pembedanya adalah fluktuasi jumlah pengurusnya dalam kurun waktu tertentu. OSIS di SMA cenderung stabil sedangkan di SMK lebih fluktuatif karena adanya […]