Literasi menjadi landasan yang paling kokoh untuk membangun kreativitas. Tanpa literasi, mustahil kreativitas akan terbentuk. Literasi menjadi pintu masuknya pengetahuan. Jurusan Animasi konsen untuk membudayakan literasi ini. Ada satu sistem yang memaksa agar murid-murid animasi melakukan kegiatan literasi berupa pengiriman kegiatan literasi dari setiap individu ke link yang sudah disediakan dan masuk menjadi nilao soft skill. Dalam satu semester, jurusan Animasi menyediakan 10 link pengiriman kegiatan literasi.

Murid-murid animasi yang sudah melaksanakan kegiatan literasi memiliki kewajiban untuk menyampaikan hasil literasinya kepada guru. Saat menyampaikan itulah, teman lainnya mengambil dokumentasi dan fotonya dikirim ke link yang sudah disediakan. Ketika mengisi link, akan diberikan beberapa pertanyaan di antaranya bagaimana ringkasan hasil bacaannya dan hal baik apa yang bisa diambil dari buku yang telah dibacanya. Inilah salah satu cara membudayakan refleksi. Kegiatan apapun tanpa ada sebuah refleksi tidak akan bermakna.
Kegiatan literasi butuh keteladanan. Di setiap pagi sebelum pembelajaran dasar-dasar animasi, murid-murid duduk bersila, melaksanakan meditasi atau mindfullness dan dilanjutkan dengan mengambil tekad menjalankan lima silla atau aturan moral kehidupan (tidak membunuh, tidak mencuri, tidak berzina, tidak berkata salah dan tidak mengkonsumsi zat-zat yang melemahkan kesadaran). DIlanjutkan dengan membaca ikrar Pelajar Indonesia yakni sebuah tekad dalam diri untuk belajar dengan baik, menghormati orang tua, menghormati guru, rukun sama teman dan mencintai tanah air Indonesia.
Usai pembacaan ikrar, saya selaku guru mulai bercerita tentang apa yang sudah dibacanya. Kali ini saya bercerita tentang kisah Kalayakkhini seorang Raksasa peremuan yang bernama Kalli yang selalu menculik anak-anak dari seorang putri bangsawan. Pada saat anak ketiga lahir, sang putri bisa mengamankan anaknnya dari kejaran raksasa Kalli. Ia mengamankan putranya di dekat seorang Maha Guru. Raksasa Kalli tetap mengejar dan akhirnya didamaikan oleh Maha Guru. Antara Putri dan Raksasa Kalli diberikan nasehat agar menghentikan permusuhannya, karena sudah berkali-kali kehidupan sebelumnya mereka berdua melakukan permusuhan tersebut. Di kehidupan sebelum-sebelumnya, keduanya menjadi seorang istri dari perumahtangga. Istri pertama mandul dan suaminya ingin punya anak sehingga memperistri teman dari istri pertama. Muncullah kecemburuan dari istri pertama dan memiliki niat jahat. Setiap kali istri kedua hamil, tanpa diketahui oleh istri kedua, istri pertama selalu memasukkan racun yang bisa menggugurkan kandungannya. Berkali-kali dilakukan hingga istri kedua meninggal dan sebelum meninggal bersumpah akan membalas dendam dengan membunuh anak-anakknya di kehidupan berikutnya. Pada kehidupan berikutnya kedua istri tersebut lahir menjadi kucing dan ayam, lahir menjadi Macan dan rusa yang hidupnya selalu diliputi permusuhan dengan secara bergantian memakan anak-anaknya. Di kehidupan saat ini, kedua istri lahir menjadi Raksasa dan putri dari seorang bangsawan. Usai didamaikan oleh Maha Guru, akhirnya keduanya hidup rukun.
Sesungguhnya permusuhan dengan permusuhan tidak mereda di sini sampai kapan pun, namun mereda tanpa permusuhan, ini hukum yang abadi.
Cerita inspirasi tersebut menjadi pemantik bagi murid-murid untuk berbuat baik dan menghentikan sebuah permusuhan terhadap orang lain. Lebih baik berdamai terhadap dirinya sendiri, dengan terus memancarkan cinta kasih.
Inilah cara saya memantik murid-murid untuk membaca buku dan bercerita di hadapan guru maupun teman-teman. Penulis: Diyarko



