Semarang, 2 Desember 2025, dua murid anggota kerohanian Buddha SMK N 11 Semarang (Widya Dharma) menyambut kedatangan Sayadaw Myanmar di Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti di bukit Kassapa, Kelurahan Pudakpayung Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Sayadaw dari Myanmar bernama Bhante Dhammasara berkunjung ke Vihara Sima 2500 Buddhajayanti dalam rangka napak tilas perjuangan Gurunya yaitu Mahasi Sayadaw yang telah ikut mendirikan Sima Internasional di sekitar tahun 1958. Sima merupakan tempat yang bisa digunakan untuk pentabisan bhikku. Mahasi Sayadaw juga yang menghabiskan Ashin Jinarakita seorang bhikku yang pertama kali dari Nusantara setelah runtuhnya kerajaan Majapahit dan mengajarkan damma sehingga agama Buddha bisa bangkit dan diakui oleh negara sebagai agama resmi.
Dalam kunjungan tersebut, Bhante Dhammasara melihat langsung patok-patok Sima yang masih tersisa karena vihara tersebut tinggal puing-puing terkena longsoran bukit Kassapa. Hari ini memang hari yang baik, sehingga dua siswa SMK N 11 Semarang yang merupakan pengurus kerohanian Buddha (Widya Dharma) di bawah asuhan guru agama Buddha, Pak Daryono yakni Pradita Binda dan Nova Pratama Putra mendapat kesempatan divisuda Tisarana dan Pancasila Buddhis oleh Bhante Dhammasara. Pradita Binda setelah divisuda mendapat nama budhis Pandita Vimala yang artinya seseorang yang memiliki batin yang murni dan Nova Pratama Putra mendapatkan nama budhis Nava Pannasami yang memiliki arti anak muda pemilik kebijaksanaan. Semoga visudi dan pemberian nama menjadi pendorong dan motivasi untuk meningkatkan srada atau keyakinan terhadap Buddha Dhamma dan Sangha serta terus menjalankan moralitas yang baik, seperti harapan sekolah yang tertuang dalam visi yakni unggul dan berkelanjutan.


